Waspadai kampanye gelap dan perkirakan potensi massa pada hari pemilihan

JAKARTA, KOMPAS.com – Pelaksanaan Pilkada 2020 semakin dekat. Berbagai tahapan pemilihan daerah Penyelenggara pemilu sudah menjalankannya.

Mulai dari pendaftaran, penetapan pasangan calon hingga tahap kampanye mulai 26 September hingga 5 Desember 2020.

Setelah masa kampanye selesai, peserta pilkada akan memasuki masa tenang mulai 6 Desember hingga 8 Desember dan pada 9 Desember 2020 akan dilakukan pemungutan suara.

Diharapkan kinerja Badan Pemilihan Umum (Bawaslu) selama masa sepi kampanye ini tidak surut dan malah meningkat.

Baca juga: Polisi dan TNI mencegah kebijakan uang sebelum Pilkada, membentuk tim patroli dan bekerja sama dengan bank

Pasalnya, menurut Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Khoirunnisa Agustyati, ada potensi calon-calon yang berkulit gelap bisa diberi makan di saat-saat tenang.

“Namun, bukan berarti pengawasan menjadi tidak efektif saat masa tenang. Karena biasanya ada potensi kampanye gelap saat masa tenang,” kata Khoirunnisa kepada Kompas.com, Rabu (2/2/2020).

Khoirunnisa mengungkapkan beberapa potensi kampanye gelap selama masa tenang Pilkada 2020, termasuk kebijakan moneter dan alat peraga tidak diungkapkan.

“Beberapa hal yang biasa terjadi selama masa sepi adalah alat peraga yang tidak terkirim, logistik keterlambatan pencoblosan dan penghitungan suara, serta kebijakan moneter,” ujarnya.

Baca juga: Pilkada, dilema pemilu di tengah pandemi, ancaman pantang Corona

Selain itu, Khoirunnisa juga mengingatkan kepada penyelenggara pemilu untuk berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2020.

Menurutnya, penyelenggara pemilu harus terus menjamin keamanan penyelenggaraannya untuk meningkatkan partisipasi pemilih protokol kesehatan sesuai aturan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Guna meningkatkan partisipasi masyarakat, penyelenggara pemilu harus tetap bisa menjamin keamanan masyarakat saat menuju TPS,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan potensi akan muncul dalam proses pemungutan suara kerumunan baik di TPS maupun di luar TPS.

READ  Vaksin Covid-19 akan segera beredar, tetapi 'mayoritas hanya akan ada pada 2021'

Baca juga: KPU: Pemilu 2020 Petugas KPPS Bakal Pakai Tiga Jenis PBT

Karenanya, Khoirunnisa berharap pemerintah dan penyelenggara Pilkada bisa berharap baik di tahun 2020.

“Di TPS nanti ada potensi keramaian orang yang tidak hanya bisa terjadi di dalam TPS, tapi juga di sekitar TPS,” ujarnya.

Peringatan untuk penyelenggara pemilu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *