Wapres AS: Banyak Warga Palestina Tak Bersalah Terbunuh di Gaza – Priangan News

Wapres AS: Banyak Warga Palestina Tak Bersalah Terbunuh di Gaza – Priangan News

Wakil Presiden AS, Kamala Harris, telah mengungkapkan keprihatinannya terhadap serangan yang dilancarkan oleh Israel di Gaza pada hari Sabtu. Dalam pernyataannya, ia mengatakan bahwa terlalu banyak warga Palestina yang tidak bersalah tewas dalam serangan tersebut. Harris juga menambahkan bahwa serangan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Israel akan melancarkan operasi darat di selatan wilayah Palestina, yang akan membuat wilayah Gaza semakin terkecil.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa setidaknya 193 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata berakhir pada hari Jumat. Kamala Harris menegaskan bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri, namun harus tetap menghormati hukum internasional dan prinsip kemanusiaan.

Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, juga ikut angkat bicara dan menyatakan bahwa perlindungan terhadap warga sipil Gaza adalah tanggung jawab moral bagi Israel. Austin menekankan bahwa Israel harus melakukan segala upaya untuk meminimalkan jumlah korban sipil yang terluka atau tewas dalam serangan ini.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberikan penjelasan bahwa Israel terus bekerja sama dengan AS dan organisasi internasional lainnya untuk mencari ‘daerah aman’ bagi warga sipil Gaza. Netanyahu menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk melindungi warga sipil, namun juga harus melawan serangan-serangan Hamas yang telah menimbulkan ketidakstabilan di wilayah itu.

Kamala Harris juga menguraikan visi AS untuk Gaza pasca-konflik, dengan menekankan pentingnya dukungan dari komunitas internasional dalam pemulihan dan penguatan kekuatan keamanan Palestina. Harris juga menekankan bahwa persatuan antara Gaza dan Tepi Barat di bawah Otoritas Palestina harus terwujud, sementara Hamas harus mengakhiri pemerintahannya di Gaza.

Dalam situasi yang semakin tegang ini, para pemimpin dunia terus berupaya mencari solusi yang adil dan berkelanjutan untuk konflik di Timur Tengah. Terlepas dari perbedaan pendapat, upaya diplomasi dan dialog adalah kunci untuk menghindari eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *