Usai Israel, Afsel Akan Tuntut AS dan Inggris ke ICJ Terkait Kejahatan Perang di Gaza | Priangan News

Usai Israel, Afsel Akan Tuntut AS dan Inggris ke ICJ Terkait Kejahatan Perang di Gaza | Priangan News

Afrika Selatan akan menggugat Amerika Serikat (AS) dan Inggris ke Mahkamah Internasional (ICJ) terkait dugaan kejahatan perang yang dilakukan pasukan Israel di Jalur Gaza. Sebanyak 50 pengacara di Afrika Selatan sedang mempersiapkan tuntutan hukum terhadap AS dan Inggris. Pengacara asal Afrika Selatan, Wikus Van Rensburg, memimpin upaya penuntutan terhadap AS dan Inggris di ICJ. Tuntutan ini merupakan kelanjutan dari kasus dugaan genosida Israel di Gaza yang sudah dibawa ke ICJ sebelumnya.

Pengacara Rensburg telah menulis surat ke berbagai negara dan ICJ serta mendapatkan banyak dukungan terkait gagasannya menuntut AS dan Inggris di ICJ. Rensburg dan rekan-rekannya tengah melakukan persiapan dengan menghubungi firma hukum di AS dan Inggris, dan kasus genosida yang diajukan Afrika Selatan terhadap Israel di ICJ akan menjadi panduan untuk kasus ini.

Jika persidangan ICJ terhadap Israel dimenangkan oleh Afrika Selatan, AS mungkin akan menghadapi sanksi dan putusan ICJ juga dapat memperkuat tuntutan terhadap pemerintahan Presiden Joe Biden. Rensburg juga menyebut invasi AS ke Irak pada 2003 dan mengkritik bahwa tidak ada pertanggungjawaban atas kejahatan yang dilakukan AS di sana.

Persidangan dugaan genosida Israel di Gaza telah digelar selama dua hari di ICJ pada 11-12 Januari 2024. Afrika Selatan memaparkan bukti-bukti adanya intensi dan tindakan genosida yang dilakukan Israel di Gaza, sementara Israel membantah argumen-argumen tersebut. Keputusan ICJ atas kasus ini nantinya bersifat mengikat, namun kemampuan ICJ untuk menegakkan atau menerapkan keputusannya sangat kecil.

Lebih dari 23.800 warga Palestina di Gaza telah terbunuh sejak Israel melancarkan agresinya pada 7 Oktober 2023, dengan sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak, dan korban luka mencapai lebih dari 56 ribu orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *