UNHCR, LSM menyerukan negara-negara untuk mengatasi krisis pengungsi – Kam 8 Oktober 2020

Dari kiri ke kanan: Tama Salim, Editor Jakarta Post, Haryo Mojopahit, General Manager Advokat Dompet Dhuafa, Dian Septiari, Jurnalis Jakarta Post, Achsanul Habib, Direktur Kementerian Luar Negeri untuk Hak Asasi Manusia dan Urusan Kemanusiaan , Febrian Alphyanto Ruddyard, Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri dan Indrika Ratwatte, Direktur UNHCR untuk Asia dan Pasifik, berbicara di Webinar JakPost Up Close: Menjembatani Gap Kesenjangan Respon Pengungsi Asia Rabu 7 Oktober 2020. (JP / Wienda Parwitasari)

Mengutip Indonesia sebagai contoh negara yang berhasil mengatasi krisis pengungsi di Asia Tenggara, Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) dan aktor non-negara telah mengimbau kepada dunia internasional. dilakukan untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar untuk menangani masalah pengungsi. Pada tahun 2019, UNHCR melaporkan bahwa jumlah pengungsi dan pencari suaka global mencapai lebih dari 30,3 juta orang. 84 persen pengungsi dunia saat ini tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Sebagai negara transit untuk migrasi, menurut UNHCR, Indonesia menampung total 13.657 pengungsi terdaftar dari 45 negara pada 2019. Pada bulan Agustus dan September saja, Kementerian Luar Negeri melaporkan bahwa Indonesia telah menerima hampir 400 pengungsi Rohingya yang mengungsi dari Laut Aceh setelah melarikan diri dari negara bagian Rakhine di Myanmar. Sampai hari ini, Indonesia …

READ  Ahli geologi mendapatkan wawasan tentang bagaimana bumi berubah dari rumah kaca menjadi zaman es, dan apa artinya bagi masa depan - ScienceDaily

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *