Umat ​​Kristen Indonesia, Muslim menciptakan pohon Natal COVID

Umat ​​Kristen dan Muslim di provinsi Jawa Timur Indonesia menghiasi pohon Natal dengan masker dan pembersih tangan untuk mengingatkan orang-orang agar mengikuti protokol kesehatan dan menunjukkan persatuan di tengah pandemi COVID-19.

24 Desember 2020

JAWA TIMUR: Umat ​​Kristen dan Muslim di provinsi Jawa Timur Indonesia menghiasi pohon Natal dengan masker dan pembersih tangan untuk mengingatkan orang-orang agar mengikuti protokol kesehatan dan menunjukkan persatuan di tengah pandemi COVID-19.

Pohon yang dihiasi 1.000 topeng dan botol itu merupakan hasil kerjasama Ikatan Cendekiawan Nahdlatul Ulama (ISNU), bagian dari Nahdlatul Ulama, organisasi Islam terbesar di Indonesia, dan umat Katolik Kristus Raja Jemaat di Surabaya. ibu kota jawa timur.

Mereka bekerja selama 12 hari di pohon Natal setinggi 3,5 meter dan meletakkannya di pintu masuk gereja di tempat yang paling terlihat.

Nur Kholis Saleh, seorang ulama Muslim dan ketua ISNU, mengatakan mendekorasi pohon merupakan salah satu cara untuk membangun kerukunan antaragama. Beberapa gereja di Surabaya dibom pada Mei 2018 dalam serangkaian serangan yang menewaskan 12 orang.

Sebelumnya, seorang anggota Nahlatul Ulama berusia 19 tahun bernama Riyanto tewas dalam serangan bom pada malam Natal saat memberikan pengamanan di sebuah gereja Protestan di Mojokerto pada tahun 2000.

“Ketika umat Islam merayakan Aidil Fitri, umat Kristen membantu memberikan keamanan untuk acara tersebut,” kata Saleh.

Saleh mengatakan, Natal adalah perayaan untuk semua orang, bukan hanya umat Kristiani, seperti Aidil Fitri yang juga memberikan inspirasi untuk menciptakan perdamaian dan rekonsiliasi.

‘Merayakan Natal itu seperti merayakan Aidil Fitri, jadi kita perlu menunjukkan persatuan dengan saudara-saudara kita. Ini Indonesia, kita perlu menjaga keberagaman, ”ujarnya.

READ  Ulama Kontroversial Minta Maaf Atas Kecaman Publik - BeritaBenar

Theresia Mariani, koordinator perayaan Natal Paroki Kristus Raja, mengatakan penggunaan masker dan botol pembersih tangan dimaksudkan untuk mendorong umat Katolik dan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah mereka menyebarkan virus.

“Ini memperingatkan umat Katolik untuk selalu memakai topeng, menjaga jarak tubuh dan mencuci tangan dengan sabun,” kata Mariani.

Dia juga berterima kasih kepada relawan Muslim yang membantu menghias pohon Natal.

Antonius Benny Susetyo, anggota unit kepresidenan yang mengedepankan ikatan sektarian, mengatakan kerja sama seperti itu terlihat di banyak daerah di Indonesia dan merupakan tradisi yang baik untuk membangun persaudaraan bersama.

‘Mereka [Christians and Muslims] berharap Natal yang damai dan sukses, ‘kata Pastor Susetyo.

Menurutnya, semua agama harus menyambut orang-orang yang berbeda pandangan dengan mencintai, menghormati dan berbagi, apalagi di masa sulit akibat pandemi COVID-19 ini.

“Saya berharap umat beragama menjadikan agama sebagai inspirasi batin untuk kebaikan bersama,” katanya.

Pada 22 Desember, Indonesia mencatat 678.125 kasus COVID-19 dan 20.257 kematian. ––ucanews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *