UDC memutuskan niqab dan kesepakatan dengan Indonesia

Delegasi SVP menyerukan dukungan untuk Electronic Identification Services Act, yang diajukan pada 7 Maret. Mereka juga mengatakan ya untuk inisiatif ‘Ya untuk Menyembunyikan Wajah Ban’ dan untuk perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia.

E-ID Act didukung pada pertemuan online delegasi dengan 97 suara berbanding 54 pada hari Sabtu. Penting agar populasi dapat mengidentifikasi diri mereka secara online, kata Anggota Dewan Nasional Franz Grüter.

Menurutnya, identifikasi elektronik bermanfaat untuk keamanan hukum dan menjadi dasar komitmen yang mengikat di ruang digital. “Reformasi ini penting bagi negara yang inovatif seperti Swiss,” katanya, menjelaskan bahwa perlindungan data akan dijamin.

Keamanan data

Andreas Leupi, perwakilan UDC Pemuda Zurich, pada gilirannya mengecam teks yang berisi ‘lubang sebanyak Emmental’. Menurutnya, identitas elektronik tidak boleh berada di tangan perusahaan swasta yang bisa menggunakannya secara komersial, tapi terserah negara untuk mengurusnya.

Argumen yang ditentang Grüter, yang membuktikan nilai kerjasama antara sektor swasta dan Konfederasi. Data sensitif diperiksa oleh Polisi Federal (Fedpol) dan hanya Konfederasi yang kompeten untuk mengonfirmasi identitas secara resmi.

Presiden Konfederasi Guy Parmelin juga memastikan bahwa ‘data tersebut aman’ dan bahwa Konfederasi menjamin bahwa perusahaan swasta yang bertanggung jawab atas identitas elektronik telah diverifikasi.

Ya masif

Komite manajemen pada awalnya diharapkan memberikan kata sandi pada identitas elektronik, tetapi memutuskan pada hari Jumat untuk menyerahkan keputusan terakhir kepada pertemuan delegasi.

Yang terakhir juga menyetujui dua item lainnya untuk memberikan suara pada 7 Maret. Dia menjawab ya dengan 162 suara berbanding 2 untuk inisiatif burka dan 151 suara berbanding 13 untuk perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia.

/ ATS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *