Sombongnya Netanyahu, ICJ Tidak Dapat Menghentikan Perang Israel di Gaza – Priangan News

Sombongnya Netanyahu, ICJ Tidak Dapat Menghentikan Perang Israel di Gaza – Priangan News

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan yang kontroversial, menyatakan bahwa tak ada yang dapat menghentikan perang militernya melawan Hamas di Gaza, termasuk Mahkamah Internasional atau ICJ. Pernyataan tersebut dibuat ketika konflik di Gaza antara Israel dan kelompok militan Hamas sedang memanas.

Netanyahu mempertahankan tindakan Israel dalam perang tersebut, mengklaim bahwa hanya pemerintah Israel yang berhak menentukan langkah-langkah keamanan yang diperlukan. Ia menyatakan bahwa ICJ adalah lembaga yang memiliki kebijakan politik dan tidak memiliki hak untuk ikut campur dalam urusan Israel dan Gaza.

Pernyataan Netanyahu ini menuai beragam tanggapan dari masyarakat internasional, dengan beberapa pihak mengkritik kesombongannya. Beberapa juga mengecam tindakan Israel dalam konflik tersebut dan mendesak untuk mencari solusi damai guna menghentikan pertumpahan darah di Gaza.

ICJ, sebagai lembaga hukum internasional yang independen, memiliki peran penting dalam menyelesaikan sengketa antara negara dan mendorong perdamaian dunia. Namun, Israel telah lama menolak partisipasi ICJ dalam konflik dengan Palestina dan menganggapnya sebagai upaya untuk melemahkan keamanan negara tersebut.

Sementara itu, konflik di Gaza terus berlanjut dengan adanya serangan udara dan pertempuran antara Israel dan Hamas, meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut. Dunia internasional terus memantau perkembangan konflik ini dan menyerukan kepada kedua belah pihak untuk menghentikan kekerasan dan mencari jalan damai.

Konflik antara Israel dan kelompok militan Hamas di Gaza telah berlangsung berlarut-larut dengan korban jiwa yang terus meningkat. Masyarakat dunia berharap agar perang ini dapat segera berakhir dan kedua belah pihak mencapai kesepakatan damai yang bermartabat.

READ  Gabriel Attal memperingatkan bahwa "upaya global" akan diperlukan dari Prancis pada tahun 2024 untuk "mengurangi utang"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *