Rizieq melapor ke polisi setelah enam pengikut ditembak mati

Jakarta. Rizieq Syihab, yang memproklamirkan diri sebagai pemimpin kelompok garis keras Front Pembela Islam, atau FPI, tiba di markas Jakarta untuk diinterogasi pada hari Sabtu setelah diidentifikasi sebagai tersangka kriminal karena diduga melanggar protokol kesehatan selama pandemi virus corona.

Berita tersebut mengikuti serangkaian peristiwa dramatis, termasuk pembunuhan enam pengikutnya oleh polisi selama pengejaran lima hari lalu.

Dia didakwa berdasarkan KUHP karena menghasut orang lain untuk melakukan kejahatan atau perlawanan kekerasan terhadap pihak berwenang atau untuk tidak mematuhi hukum yang ada.

Tuntutan pidana dipaksakan setelah dia menggelar resepsi pernikahan untuk putrinya bulan lalu yang dihadiri banyak tamu di rumah keluarga di Petamburan, Jakarta Pusat.

Lima anggota FPI lainnya juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut karena peran mereka dalam mengatur pernikahan. Mereka datang bersama Rizieq ke Mabes Polri.

Polisi mengatakan unjuk rasa itu melanggar aturan jarak fisik yang diberlakukan selama wabah.

Bulan lalu, seorang pejabat senior kementerian kesehatan mengumumkan bahwa setidaknya 80 orang yang menghadiri pernikahan dan acara keagamaan yang dipimpin oleh pemimpin FPI di Thebes, Jakarta Selatan, dinyatakan positif terkena virus.

“Kementerian Kesehatan mengimbau siapa pun yang sudah menghadiri semua acara atau berhubungan dekat dengan peserta untuk mengisolasi diri selama 14 hari,” kata Budi Hidayat, Direktur Jenderal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, saat itu.

Rizieq kembali ke rumah pada 10 November setelah menghabiskan dua tahun di Arab Saudi. Kedatangannya telah memicu kontroversi karena ribuan pendukung berbondong-bondong ke Bandara Bukarno-Hatta di Banten untuk menyambutnya, banyak di antaranya tanpa masker.

Beberapa tokoh terkenal dinyatakan positif terkena virus corona setelah bertemu Rizieq pada kesempatan terpisah.

READ  Pemungutan suara hari Minggu ini untuk larangan niqab

Termasuk Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, dan wakilnya Ahmad Riza Patria, meski belum bisa dipastikan apakah mereka tertular virus dari pertemuan itu. Keduanya dipastikan terjangkit virus tersebut, sekitar tiga pekan setelah bertemu Rizieq.

Rizieq, 55, mengabaikan dua panggilan dari polisi yang menyebabkan insiden fatal pada hari Senin. Enam petugas yang mengikuti konvoi kendaraan dengan Rizieq bertabrakan dengan mental bodyguard di salah satu mobil.

Polisi menembak mati semua enam orang di dalam mobil karena diduga menembaki mereka dan mengancam dengan parang. FPI menolak klaim tersebut, dengan mengatakan bahwa para anggota pengawal khusus kelompok itu tidak bersenjata selama insiden tersebut.

Kelompok itu juga mengatakan para petugas berpakaian preman dan menggunakan mobil tak bertanda saat mengejar konvoi.

Tiga hari kemudian, Polda Metro Jaya mengidentifikasi Rizieq sebagai tersangka kriminal dan berjanji akan menangkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *