relaksasi lebih lanjut dari persyaratan akses untuk pelancong

Indonesia semakin memfasilitasi persyaratan akses bagi wisatawan internasional. “Syarat untuk pengunjung asing adalah bukti vaksinasi dan tes PCR negatif yang dilakukan [deux jours] sebelum tiba, sehingga mereka tidak lagi harus menjalani tes lagi di Indonesia,” kata Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. Oleh karena itu, tidak akan ada lagi tes skrining pada saat kedatangan, asalkan Anda tidak demam selama kontrol suhu yang dilakukan pada saat kedatangan, lapor Jakarta Globe.

Indonesia mencabut tindakan karantina untuk pelancong yang divaksinasi Maret lalu dalam upaya untuk menghidupkan kembali pariwisatanya. Wisatawan yang tidak divaksinasi atau tidak sepenuhnya divaksinasi harus selalu menghormati isolasi 5 hari, dengan tes skrining wajib pada hari ke-4.

Pemerintah juga telah memutuskan untuk memperkenalkan kembali perjanjian bebas visa antara negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), yang telah berlaku sejak Juli 2006.

Visa dikembalikan pada saat kedatangan

Selain itu, wisatawan Prancis bisa mendapatkan visa lagi dengan kedatangan untuk kedatangan di Soekarno Hatta (Jakarta), Ngurah Rai (Bali), Kualanamu, Juanda, Hasanuddin, Sam Ratulangi, Yogyakarta.

Langkah-langkah ini akan mulai berlaku pada Rabu 6 April. Biaya visa 32 euro per orang dan berlaku selama 30 hari. Itu dapat dibayar dengan kartu kredit di tempat. Dimungkinkan untuk memperpanjang selama 30 hari sekali di sana, di kantor imigrasi.

Bandara internasional di Yogyakarta, Medan, Makassar dan Pekanbaru akan dibuka kembali untuk meningkatkan kedatangan internasional, Jakarta Globe juga melaporkan.

READ  Lunaz membuat Range Rover Classics serba listrik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.