Putin Ngamuk di Tahun Baru, Perang Rusia-Ukraina Makin Ngeri – Priangan News

Putin Ngamuk di Tahun Baru, Perang Rusia-Ukraina Makin Ngeri – Priangan News

Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengungkapkan kemarahannya terhadap Ukraina setelah serangan di Belgorod. Serangan udara di Belgorod menewaskan 25 orang dan melukai lebih dari 100 orang. Rusia menyalahkan Ukraina atas serangan itu. Menurut Putin, serangan di Belgorod merupakan serangan teroris dan diduga Ukraina menargetkan pusat kota tersebut. Akibatnya, Putin mengumumkan bahwa Rusia akan terus menyerang instalasi militer Ukraina dan mengintensifkan serangan.

Kementerian Pertahanan Rusia juga mengklaim bahwa Ukraina menyerang Belgorod dengan menggunakan rudal dan roket. Serangan ini mengakibatkan kerusakan pada gedung apartemen, rumah, dan mobil warga di Belgorod. Perang antara Rusia dan Ukraina sendiri telah dimulai sejak tanggal 24 Februari 2022.

Putin menjelaskan bahwa alasan di balik serangan ini adalah niat Ukraina untuk bergabung dengan NATO dan membebaskan masyarakat etnis Rusia. Konflik ini pun berdampak besar pada ekonomi dunia, terutama di Eropa. Selain itu, serangan juga terjadi di Odessa dan Donetsk yang saat ini diduduki oleh Rusia, menyebabkan lima orang tewas. Bahkan, seorang anak laki-laki berusia 15 tahun juga menjadi korban dalam serangan di Odessa.

Selain itu, serangan ini juga menyebabkan kerusakan pada museum yang didedikasikan untuk Roman Shukhevych di Lviv. Wali Kota Lviv menggambarkan serangan tersebut sebagai tindakan simbolis dan sinis yang merugikan nilai-nilai budaya dan sejarah daerah tersebut.

Saat ini, dunia internasional terus mengawasi perkembangan situasi di antara Rusia dan Ukraina. Masyarakat dunia juga mengharapkan adanya upaya perdamaian untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama terlalu lama ini. Pengaruh perang ini juga menyebabkan ketegangan politik dan ekonomi di berbagai negara. Semoga kedamaian segera tercapai di antara kedua negara ini sehingga kehidupan warga sipil tidak lagi terancam dan kehidupan normal dapat kembali terwujud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *