Pertumbuhan PDB Indonesia pada 2023 bisa melambat menjadi 4,4%

Pada rapat umum kebijakan pekan lalu, BI mempertahankan prakiraan pertumbuhan PDB 2022, dengan bias ke ujung atas 4,5% hingga 5,3%.

Gubernur BI Perry Warjiyo memberikan perkiraan PDB sebagai bagian dari pembahasan dengan DPR tentang anggaran bank sentral 2023.

Mr Warjiyo mengatakan sulit untuk memprediksi indikator ekonomi karena volatilitas ekonomi global, menambahkan bahwa angka tersebut dapat didiskusikan lebih lanjut dengan anggota parlemen.

Gubernur juga memberikan perkiraan inflasi keseluruhan sebesar 6,11% untuk akhir tahun 2022 dan 3,61% untuk akhir tahun 2023 selama persidangan. Presentasinya menunjukkan bahwa angka inflasi 2022 merupakan prakiraan BI per 3 November.

Pekan lalu, Mr Warjiyo mengatakan BI mengharapkan tingkat inflasi keseluruhan 5,6% pada akhir tahun.

Dia tidak menjelaskan mengapa angkanya berbeda, dan juru bicara BI tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Pekan lalu, BI menaikkan suku bunga utamanya untuk pertemuan bulanan keempat berturut-turut dalam upaya untuk menahan prakiraan inflasi, yang menurut gubernur “terlalu tinggi”. Secara total, BI telah menaikkan suku bunga sebesar 175 basis poin sejak Agustus.

Tingkat inflasi inti tahunan Indonesia mendingin menjadi 5,71% pada bulan Oktober, tetapi tetap mendekati level tertinggi tujuh tahun sebesar 5,95% yang dicapai pada bulan September.

Target inflasi BI berada pada kisaran 2%-4%.

Dody Budi Waluyo, Deputi Gubernur BI, mengatakan pada hari Jumat bahwa inflasi dapat melambat lebih lanjut bulan ini menjadi 5,5%.

Warjiyo diperkirakan akan menyampaikan arah kebijakan BI 2023 pada pertemuan tahunan dengan pemangku kepentingan keuangan pada 30 November.

READ  Listrik yang dihasilkan oleh batubara di dunia semakin maju, maju ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.