Pemimpin FPI ditangkap atas dugaan pelanggaran pembatasan COVID-19 – Nasional

Ulama kontroversial dan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ditangkap pada Sabtu setelah menjalani interogasi dalam kasus dugaan pelanggaran pembatasan COVID-19 dengan menggelar beberapa demonstrasi massal.

Penyidik ​​polisi memeriksa Rizieq pada Sabtu sore hingga tengah malam sebelum menahannya di salah satu Rutan Polda Metro Jaya selama dua puluh hari berikutnya.

“Ini untuk memudahkan penyelidikan,” juru bicara kepolisian nasional Insp. Kata Jenderal Argo Yuwono seperti dikutip dari compas.com.

Kepolisian Jakarta pada hari Kamis mengidentifikasi Rizieq sebagai tersangka karena diduga melanggar protokol COVID-19 dengan mengadakan acara yang menarik ribuan orang bulan lalu setelah kembali dari pengasingan di Arab Saudi. .

Baca juga: Rizieq ditetapkan sebagai tersangka acara pers

Rizieq didakwa berdasarkan pasal 160 KUHP karena menghasut tindakan kriminal yang dapat dihukum hingga enam tahun penjara dan pasal 216 karena menghalangi penyelidikan kriminal, yang membawa hukuman penjara hingga empat bulan dan dua minggu.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Rizieq setidaknya dua kali menggugat somasi polisi untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Petugas pemadam kebakaran menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya pada hari Sabtu dan melakukan panggilan dari polisi untuk diinterogasi di Mabes Jakarta.

Argo mengatakan penangkapan itu berlaku untuk tuntutan pidana yang membawa denda lima tahun penjara atau lebih, menambahkan bahwa itu juga untuk mencegah Rizieq melarikan diri, menghancurkan barang bukti atau melanggar lagi pembatasan virus corona.

Rizieq membantah bersembunyi, mengatakan dia tinggal di pondok pesantrennya di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, dengan sesekali mengunjungi daerah Sentul dan rumahnya, serta markas FPI di Petamburan, Tengah. Jakarta, untuk melihat anak dan cucunya.

Penangkapan itu terjadi hampir seminggu setelah insiden fatal di mana enam pendukung FPI dan pengawal Rizieq tewas dalam dugaan pertengkaran di ruas tol Jakarta-Cikampek pada 6 Desember dini hari.

READ  Trump menekan Menteri Luar Negeri untuk 'mencari suara': apa yang kita ketahui

Penyidik ​​dilaporkan telah menangkap dia dan rombongannya untuk mendapatkan informasi yang menyatakan bahwa Rizieq dan pengikutnya bermaksud menghindari interogasi polisi, yang dianggap mengganggu keadilan.

Polisi dan FPI mengeluarkan berbagai laporan tentang kejadian tersebut, dengan alasan polisi membela diri dari serangan yang mengancam nyawa anggota FPI, sementara kelompok tersebut mengklaim bahwa tidak ada anggotanya yang membawa senjata dan bahwa penembakan itu melanggar protokol polisi. (dis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *