Pemerintah ingin memerangi virus dengan pengujian dan deteksi yang efektif – Kam, 15 Oktober 2020

Sudah tujuh bulan sejak Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengonfirmasi kasus COVID-19 pertama di Indonesia. Sejak saat itu, jumlah kasus terus meningkat.

‘Kami saat ini sedang mempersiapkan vaksin COVID-19. “Mudah-mudahan November sudah bisa kami terima,” kata Menteri Kelautan dan Investasi Luhut Pandjaitan dalam pertemuan virtual, Selasa.

Luhut memperingatkan kemungkinan peningkatan kasus COVID-19 akhir bulan ini dan mengatakan pemerintah harus bersiap untuk itu.

Meskipun kami mengharapkan persetujuan vaksin COVID-19, pengujian dan deteksi yang ditargetkan merupakan bagian besar dari upaya pemerintah untuk memperlambat penyebaran virus.

Monica Nirmala, penasihat tim manajemen COVID-19 Indonesia, mengatakan virus itu sering ditularkan hanya oleh segelintir orang yang terinfeksi, yang dikenal sebagai super-distributor, menunjukkan bahwa 80 persen kasus baru disebabkan oleh 20 persen dari orang yang terinfeksi disebabkan.

Dia menambahkan bahwa setelah virus ditularkan, orang yang terinfeksi akan mengalami gejala antara dua dan sepuluh hari. Dalam periode infeksi yang singkat ini, waktu dan respons yang cepat adalah kunci untuk menghentikan penularan.

Pemerintah di Jakarta, Jawa Barat dan Bali mengatakan dalam pertemuan tersebut bahwa mereka telah melakukan beberapa upaya pengujian dan deteksi yang disengaja.

Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan ibu kota telah mengalami penurunan kelompok infeksi kantor selama 14 hari terakhir setelah melakukan pengujian dan deteksi yang ditargetkan.

Anies mengatakan, pemerintah di Jakarta menguji hingga 8.000 sampel setiap hari secara gratis, dan Puskesmas di wilayah kabupaten menjadi garis depan.

Dia mengatakan setiap push mask memiliki dua bagian, yaitu deteksi digital dan koordinasi lapangan, yang berfungsi melacak kontak dekat pasien COVID-19, baik secara virtual maupun langsung.

READ  China menguji sembilan juta penduduk Qingdao setelah 12 kasus COVID-19 terdeteksi

Selain inisiatif Puskemas, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan aplikasi mobile bernama Jakarta Terkini (JAKI) yang memiliki 800.000 pengguna aktif. Aplikasi ini melaporkan protokol kesehatan dan mendeteksi pasien COVID-19.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan pulau itu mengalami penurunan kasus harian. Kasus baru COVID-19 sekarang kurang dari 100 per hari. Sementara jumlah pasien yang sembuh meningkat menjadi 86,37 persen. Kami juga bisa menangani kasus kematian hingga di bawah lima persen, ”ujarnya.

I Wayan menekankan pentingnya pelayanan kesehatan, baik petugas maupun fasilitas kesehatan, serta koordinasi dengan pihak Kodam dan Polda dalam penyebarluasan protokol kesehatan “3M”: pemakaian masker, cuci tangan dan jarak fisik.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan provinsi tersebut menggunakan entri kode QR bagi pengunjung ke kantor pemerintah untuk dideteksi.

Ketiga gubernur tersebut berupaya meningkatkan upaya pengujian dan pendeteksian dengan menerapkan tiga strategi, yaitu pengendalian stigma, peningkatan jumlah keterampilan dan staf pendeteksi, serta perbaikan pengelolaan laporan deteksi. Salah satu prioritas adalah mengurangi stigma virus, karena banyak orang yang takut menjalani tes polymerase chain reaction (PCR) karena takut akan stigma virus tersebut.

Selain pengujian, deteksi, dan isolasi, Monica juga menekankan pentingnya deteksi dini dan bimbingan pasien mulai dari isolasi hingga pengobatan pandemi. (Iya)

Periode premi Anda akan kedaluwarsa dalam 0 hari

tutup x

Masuk untuk mendapatkan akses tak terbatas Dapatkan diskon 50% sekarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *