Pejabat di Taiwan, Indonesia, membahas masalah buruh migran pada hari Rabu

Jakarta, 22 Desember (CNA) Sejumlah isu terkait pasokan TKI ke Taiwan akan dibahas dalam pertemuan virtual pejabat kedua negara pada Rabu, kata badan nasional terkait di Jakarta, Selasa.

Isu utama dalam agenda termasuk larangan Taiwan terhadap pekerja Indonesia karena kekhawatiran COVID-19, dan kebijakan yang akan diberlakukan oleh Indonesia untuk membebankan semua biaya persiapan kepada majikan Taiwan dari pekerja tersebut, Agensi. untuk perlindungan TKI. Buruh (BP2MI) dikonfirmasi.

Larangan akses diberlakukan pada 16 Desember dan diperpanjang pada 18 Desember oleh Pusat Komando Epidemi Pusat (CECC) Taiwan, di tengah peningkatan jumlah kasus COVID-19 yang diimpor dari Indonesia. Keputusan itu dibuat untuk mencegah kelebihan beban sistem kesehatan Taiwan karena sejumlah besar kasus COVID-19 yang diimpor, kata CECC.

CECC juga menyatakan keprihatinan bahwa banyak pekerja migran Indonesia yang menunjukkan tes COVID-19 negatif pada saat kedatangan kemudian diketahui terinfeksi virus tersebut.

Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, otoritas ketenagakerjaan Indonesia telah mengajukan solusi untuk mengatasi masalah pengujian COVID-19, dengan harapan Taiwan akan mencabut larangannya terhadap pekerja migran dari Indonesia tanpa batas waktu.

Di sisi lain, Taiwan telah menolak kebijakan baru Indonesia yang mulai berlaku pada awal tahun 2021, yang mewajibkan majikan Taiwan untuk membayar biaya persiapan untuk mempekerjakan pekerja migran dari negara tersebut, termasuk biaya paspor dan pemrosesan visa serta tarif penerbangan. . .

Kementerian Tenaga Kerja Taiwan telah memperjelas bahwa mereka tidak akan menerima ketentuan kebijakan, yang menurutnya diputuskan secara sepihak oleh pemerintah Indonesia.

Menurut BP2MI, pertemuan virtual antara pejabat kedua negara akan mulai membahas masalah ini dan masalah terkait lainnya, pada pukul 10 Rabu pagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *