PayPal dan layanan internet lainnya diblokir sementara di Indonesia – ICT News

Negara tersebut mengklaim bahwa layanan termasuk Steam dan Yahoo tidak mengikuti aturan baru yang mulai berlaku.

Indonesia telah memblokir berbagai layanan online di wilayahnya. Salah satunya, PayPal, sementara dibuka kembali setelah protes, memungkinkan pengguna untuk menarik uang mereka. Layanan lain, termasuk Yahoo dan layanan game Steam, EpicGames, DoTA2, Counter-Strike dan Origin, tetap tidak dapat diakses di negara tersebut.

Pada hari Sabtu, Kementerian Perhubungan Indonesia menutup layanan tersebut, karena mereka tidak akan menghormati batas waktu aturan baru. Menurut undang-undang yang mulai berlaku di Indonesia pada November 2020, layanan online harus terdaftar dalam database. Undang-undang tersebut memberdayakan pemerintah saat ini untuk memaksa platform merilis data tertentu yang berkaitan dengan pengguna dan menghapus pesan yang diposting yang mungkin mengganggu ketertiban umum. Tetapi undang-undang ini dilihat oleh para aktivis sebagai aturan sensor.

PayPal

Platform, yang sekarang diblokir, oleh karena itu tidak terdaftar tepat waktu di database resmi. Pihak berwenang Indonesia menyatakan bahwa pemblokiran ini hanya bersifat sementara, dan platform akan tersedia kembali segera setelah mereka mendaftar. Layanan lain, termasuk Apple dan Google misalnya, telah diatur.

Di atas semua pemblokiran PayPal yang telah memicu protes, karena layanan ini sering digunakan di negara ini oleh pekerja lepas yang dengan demikian dapat menjangkau khalayak internasional yang lebih luas. Bagaimanapun, layanan pembayaran dibuka kembali setelah lima hari, sehingga pengguna dapat menarik uang.

Indonesia telah memblokir berbagai layanan online di wilayahnya. Salah satunya, PayPal, sementara dibuka kembali setelah protes, memungkinkan pengguna untuk menarik uang mereka. Layanan lain, termasuk Yahoo dan layanan game Steam, EpicGames, DoTA2, Counter-Strike dan Origin, tetap tidak dapat diakses di negara tersebut. melewatkan tenggat waktu untuk aturan baru. Menurut undang-undang yang mulai berlaku di Indonesia pada November 2020, layanan online harus terdaftar dalam database. Undang-undang tersebut memberdayakan pemerintah saat ini untuk memaksa platform merilis data tertentu yang berkaitan dengan pengguna dan menghapus pesan yang diposting yang mungkin mengganggu ketertiban umum. Tetapi undang-undang ini dianggap oleh para aktivis sebagai aturan sensor, sehingga platform yang sekarang diblokir tidak terdaftar tepat waktu di database resmi. Pihak berwenang Indonesia menyatakan bahwa pemblokiran ini hanya bersifat sementara, dan platform akan tersedia kembali segera setelah mereka mendaftar. Layanan lain, termasuk Apple dan Google misalnya, telah mengatur diri mereka sendiri, terutama pemblokiran PayPal yang telah memicu protes, karena layanan ini sering digunakan di negara ini oleh pekerja lepas yang dengan demikian dapat menjangkau khalayak internasional yang lebih luas. . Bagaimanapun, layanan pembayaran dibuka kembali setelah lima hari, sehingga pengguna dapat menarik uang.

READ  VIDEO. Lebih banyak lynx, lebih sedikit deforestasi di Indonesia ... 5 kabar baik bagi planet ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.