Pandora Papers: Pemerintah Indonesia kecipratan

Menteri ekonomi dan kelautan Indonesia dikutip dalam Pandora Papers memiliki bisnis cangkang di surga pajak. Harian Tempo Koerant meminta agar penyelidikan dibuka.

“Wahyu Tentang Kepemilikan Perusahaan Asing”, judul Qur’an Lagi dengan menerbitkan kartun sampul dua menteri paling berkuasa di pemerintahan Joko Widodo dalam perjalanan ke Panama dan British Virgin Islands.

Menurut harian itu, investigasi internasional Pandora Papers memang mengungkapkan bahwa Menteri Kelautan dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin rakyat Indonesia dengan perahu.

“Dokumen-dokumen ini menunjukkan bahwa Airlangga akan menciptakan dua perusahaan cangkang di surga pajak British Virgin Islands”, Menjelaskan Koran Tempo. Adapun Luhut, dia dikutip menghadiri rapat direksi sebuah perusahaan bernama Petrocapital SA, terdaftar di Republik Panama. Ini bukan kali pertama nama Luhut dikait-kaitkan dengan perusahaan asing. Pada 2015, dia sudah dikutip dalam skandal serupa: Panama Papers.

“Tidak up-to-date”

Oleh karena itu, surat kabar Indonesia menghubungi kedua menteri tersebut untuk meminta penjelasan. Klaim Airlangga “Bahwa dia tidak mengetahui pendirian dua perusahaan asing yang diasosiasikan dengan Pandora Papers”. Adapun Luhut, ia menyampaikan melalui juru bicaranya “Bahwa dia adalah direktur Petrocapital hanya selama tiga tahun”, Menjelaskan Koran Tempo.

Dan surat kabar harian itu menyerukan kepada Presiden Joko Widodo untuk meminta penyelidikan oleh Direktorat Jenderal Pajak dan Komisi Pemberantasan Korupsi. Pertunjukan Pandora Papers ‘Bahwa para menteri melanggar kebijakan fiskal pemerintah mereka sendiri’, dengan penjaga Tempo Koerant. “Ini berita buruk bagi Indonesia, negara yang tarif pajaknya masih rendah.”

Sumber

Tempo Koerant adalah surat kabar harian yang diterbitkan oleh grup Lagi yang publikasi utamanya adalah mingguan dengan nama yang sama.Lagi pertama kali diterbitkan pada bulan April 1971 oleh PT Grafitti Press, dengan tujuan:

READ  Gestion Audem menolak proposal kedua yang tidak diminta dari Rogers dan Altice

[…]

Baca lebih lajut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *