Pak. Kunjungan Le Drian membuktikan vitalitas kemitraan Prancis-Indonesia

Pak. Jean-Yves Le Drian, Menteri Eropa dan Luar Negeri, melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada 23 dan 24 November. Perjalanan ini membuktikan vitalitas kemitraan strategis antara Prancis dan Indonesia, negara di jantung kawasan Indo-Pasifik.

Menteri diangkat oleh Bpk. Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, menerima dan melakukan pembicaraan dengan rekannya, Ny. Retno Marsudi, pernah. Dia memberi tahu Tuan. Luhut Pandjaitane, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dan Bpk. Temui Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan.

Pertukaran ini memungkinkan untuk memperkuat kemitraan strategis yang menyatukan kedua negara kita berkat penandatanganan rencana aksi yang luas dan beragam di semua bidang kepentingan bersama, dan pendalaman kerja sama di bidang pertahanan. Prinsip pertemuan bersama Menteri Luar Negeri dan Pertahanan (format 2 + 2) disetujui, menjadikan Prancis negara ketiga dan negara non-Asia pertama yang mendapat manfaat dari format dialog dengan mitra Indonesia ini, puncak dari ambisi bersama kerjasama.

Beberapa proyek kerja sama ekonomi, termasuk perjanjian pinjaman dari Badan Pembangunan Prancis hingga 500 juta euro, telah ditandatangani untuk mendukung Indonesia dalam transisi energi. Pertukaran manusia antara kedua negara kita juga disorot dengan pengumuman penggandaan anggaran yang diberikan dari tahun 2022 untuk beasiswa bagi siswa Indonesia di Prancis.

Mendagri menegaskan kembali solidaritas Prancis kepada rakyat Indonesia, yang tergambar dari tambahan donasi satu juta dosis vaksin anti-Covid, sehingga total yang diberikan kepada Indonesia menjadi 4,7 juta dosis. .

Pak. Jean-Yves Le Drian menegaskan kembali dukungannya untuk kepresidenan Indonesia di G20 dan prioritas Prancis, yang akan memimpin Dewan Uni Eropa pada paruh pertama tahun 2022. Kedua negara telah memutuskan untuk mengoordinasikan dunia prioritas kesehatan mereka, melindungi lautan, melawan perubahan iklim, dan memulihkan pasca-Covid.

READ  Banjir bandang menewaskan sedikitnya delapan orang Indonesia

Dalam pertemuannya dengan Bpk. Dato Lim Jock Hoi, Sekretaris Jenderal ASEAN, Menteri mengumumkan beberapa proyek nyata untuk pelaksanaan kemitraan pembangunannya dengan organisasi, khususnya untuk meningkatkan kualitas udara di kawasan dan membangun kapasitasnya untuk menanggapi keadaan darurat. Dia juga mengingat dukungan Prancis terhadap tindakan ASEAN untuk menyelesaikan krisis di Burma.

Dengan semua lawan bicaranya, Menlu membahas strategi Prancis dan Eropa untuk Indo-Pasifik, yang sejalan dengan pendekatan Indonesia dan ASEAN dalam mendukung tatanan internasional multilateral, dengan menghormati aturan hak dan kedaulatan. Pak. Jean-Yves Le Drian juga mempresentasikan strategi-strategi ini dalam konferensi di Center for Strategic and International Studies, salah satu think tank terpenting di Indonesia.

Titik tekanan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.