Oktober 2020 membawa surplus perdagangan yang sangat besar bagi Indonesia

Menariknya, resesi ekonomi dan gangguan besar dalam perdagangan internasional tampaknya berdampak positif terhadap neraca perdagangan Indonesia. Apa artinya ini memberitahu kita?

Nah, karena surplus disebabkan oleh impor yang besar (yang – sejauh ini – melebihi penurunan ekspor negara), ini memberi tahu kita bahwa krisis COVID-19 secara khusus menghantam sisi permintaan ekonomi Indonesia. Karena konsumen Indonesia kurang berminat untuk mengkonsumsi, begitu pula kebutuhan untuk mengimpor barang konsumsi. Kelas menengah dan kelas atas khususnya telah mengurangi kebiasaan konsumsi mereka akibat krisis COVID-19, dan lebih memilih menyimpan uang di rekening bank.

Neraca perdagangan Indonesia (di atas nol = surplus perdagangan):

[…]

Pembaruan ini terdiri dari 12 halaman

Pembaruan kami hanya tersedia untuk pelanggan Laporan Investasi Indonesia. Untuk menerima informasi tentang perkembangan ekonomi, politik dan sosial yang penting, Anda dapat meminta informasi lebih lanjut tentang langganan melalui [email protected] atau +62 (0) .882.9875.1125 (termasuk WhatsApp).

Periksa pembaruannya

Bahas

READ  AirAsia meluncurkan prosedur izin nirsentuh baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *