NASA Temukan Bintik Besar Matahari, Ini Dampaknya bagi Bumi – Priangan News

NASA Temukan Bintik Besar Matahari, Ini Dampaknya bagi Bumi – Priangan News

Bintik Matahari, fenomena alamiah yang menarik perhatian banyak orang, baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di kalangan peneliti dan pecinta astronomi. Bintik Matahari yang berukuran besar ini ditemukan oleh Solar Dynamics Observatory (SDO) NASA.

Bintik Matahari sendiri merupakan area yang lebih gelap di permukaan Matahari yang dipengaruhi oleh aktivitas magnetis. Aliran angin Matahari dari lubang koronal ini diperkirakan akan menyebabkan badai geomagnetik selama beberapa hari di Bumi.

Namun, para ahli memastikan bahwa badai geomagnetik pada skala G1 dan G2 tidak akan menimbulkan kekhawatiran besar bagi penduduk Bumi. Hal ini karena dampaknya yang masih tergolong kecil dan hanya mempengaruhi sistem komunikasi dan navigasi satelit.

Bintik Matahari sendiri terjadi dalam siklus 11 tahunan yang dikenal sebagai Siklus Schwabe. Siklus ini mengalami peningkatan dan penurunan aktivitas bintik Matahari secara periodik.

Menariknya, pada titik maksimum aktivitas Matahari, suhu di sekitar bintik Matahari dapat mengalami penurunan. Hal ini menjadi perhatian para peneliti karena penurunan suhu tersebut berpotensi mempengaruhi iklim Bumi.

Selain itu, bintik Matahari juga mengandung ultraviolet ekstrim (EUV) dan sinar-X yang lembut. Radiasi ini dapat mempengaruhi kondisi cuaca di lapisan atmosfer Bumi.

Aktivitas Matahari saat ini sedang meningkat dan diprediksi mencapai puncak maksimum dalam siklus berikutnya pada Januari hingga Oktober 2024. Hal ini didasarkan pada pengamatan formasi ‘donat’ yang terbentuk pada garis lintang 55 derajat di kedua belahan Matahari. Formasi-formasi ini bermigrasi dan bertemu, menyebabkan prediksi siklus Matahari yang lebih akurat.

Dalam konteks politik, tokoh politik Prabowo Subianto memberikan pujian kepada Joko Widodo, Presiden Indonesia saat itu, dan menyatakan ketidakberpihakan. Pernyataan ini mencuat ketika Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Jokowi yang dianggapnya merakyat dan berpihak pada rakyat.

READ  Perbedaan Antara Tulang Rawan dan Tulang Keras: Fondasi Kekuatan Tubuh Manusia - Priangan News

Dengan adanya temuan bintik Matahari ini, diharapkan penelitian tentang Matahari dan fenomena alamiah yang terjadi di permukaannya dapat terus berkembang. Para ilmuwan dapat memanfaatkan informasi ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang Matahari dan bagaimana aktivitasnya dapat mempengaruhi Bumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *