Musim hujan di Indonesia diperkirakan akan tiba lebih awal

Negara Asia Tenggara ini merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia dan produsen utama makanan pokok seperti beras.

Musim hujan di beberapa daerah bisa dimulai pada awal September, sedangkan biasanya dimulai pada Oktober, menurut data BMKG.

Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG, mengatakan sektor pertanian dapat memanfaatkan awal musim hujan dengan mengedepankan penanaman, namun tetap waspada terhadap risiko kemungkinan banjir.

“Bahkan tanpa curah hujan ekstrem, terbukti menyebabkan banjir, banjir bandang, dan tanah longsor,” kata Dwikorita dalam konferensi pers virtual.

Badan tersebut memperkirakan bahwa sebagian besar wilayah akan mengalami curah hujan normal, sementara hampir 27% wilayah, termasuk daerah penghasil komoditas utama seperti Pulau Sumatera Selatan, Jawa Timur dan Kalimantan, akan memiliki curah hujan yang lebih tinggi dari biasanya.

Kondisi cuaca di Indonesia pada tahun 2021 dan 2022 sudah lebih basah dari biasanya, dengan sebagian wilayah Indonesia belum memasuki musim kemarau tahun ini.

Hujan deras memperlambat aktivitas pertambangan dan pengiriman batu bara di Indonesia tahun lalu, sehingga produksi batu bara mencapai 614 juta ton, di bawah target 625 juta ton. Indonesia, pengekspor batu bara termal terbesar di dunia, menargetkan produksi 663 juta ton batu bara tahun ini.

BMKG juga memperingatkan pihak berwenang untuk tetap waspada terhadap kemungkinan kebakaran hutan, meskipun cuaca basah di banyak daerah.

READ  menemukan kapal selam berkeping-keping, 53 awak tewas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.