Musée Quai Branly Paris – sineas Indonesia Garin Nugroho menjadi sorotan

Musée Quai Branly Paris – sineas Indonesia Garin Nugroho menjadi sorotan

Dari 10 Maret hingga 19 Maret, Museum Seni Primitif memberikan penghargaan kepada pembuat film plastik Indonesia Garin Nugroho melalui dua acara. Sebuah film bisu yang diiringi oleh ansambel gamelan Jawa dan kilas balik dari film-film utamanya.

Garin Nugroho adalah salah satu pelopor sinema avant-garde Indonesia, karya seni dan intelektualnya menjalin hubungan antara masa lalu, sekarang dan masa depan, antara budaya Barat, India, dan Indonesia dalam bentuk sinematografi yang berkomitmen dan fantastis di mana cerita individu bergema dengan sejarah politik dan mitologi Indonesia kontemporer.

MUNCULNYA SENIMAN INDONESIA KONTEMPORER HEBAT

Pembuat film dan seniman visual Garin Nugroho mendobrak batasan sinematografi Pertunjukan Setan Jawa film bisu konfrontatif, orkestra simfoni dan ansambel gamelan Jawa.

Dengan latar belakang kolonial Indonesia, lakon tersebut menceritakan kisah Setio, penduduk desa, yang membuat kesepakatan dengan Setan, jiwa yang tersiksa yang kekuatannya memungkinkan dia untuk menikahi Asih yang kaya. Ketika Asih mengetahui adanya perjanjian ini, dia mati-matian mencari Setan, bertekad untuk merundingkan status suaminya…
Imajinasi filem ini mengungkap kelezatan dan kekuatan mistis, disublimasikan oleh alunan musik Jawa dan Barat yang dibawakan oleh 28 musisi dari ansambel Garasi Seni Benawa dan Le Balcon, disatukan dalam dialog musik yang seru.

Pemutaran direkomendasikan dari usia 12 tahun (beberapa adegan mungkin menyinggung perasaan penonton muda).

17 hingga 19 Maret – Retrospeksi film-film utama Nugroho

Musée du quai Branly juga menghadirkan retrospeksi film-film utama Garin Nugroho di ruang bioskop museum.

Bertemu dari 17 hingga 19 Maret 2023 di aula bioskop musée du quai Branly to sebuah program film yang didedikasikan untuk sutradara Indonesia Garin Nugroho

READ  Gal Gadot Bela Pemain Cleopatra | Hiburan

Masuk gratis dalam batas tempat yang tersedia, pada presentasi voucher yang akan diambil dari resepsi teater 1 jam sebelum dimulainya setiap pertunjukan.

DALAM PROGRAM

19:00: Di Bawah Pohon (Di Bawah Pohon)
Fiction, 2008, Indonesia, 1h43, Bahasa Inggris VOST

jam 2 siang.: Cerita Birdman (Aku ingin menciummu sekali saja)
Fiksi, 2001, Indonesia, 1h30, Bahasa Inggris VOST

16:30: Opera Jawa (Requiem dari Jawa)
Fiksi Musik, 2008, Indonesia, 2j, VOST Prancis

14:00:Dpuisi cinta
Fiksi, Horor, 2023, Indonesia, 1j45, Bahasa Inggris VOST

16:30: Kenangan tubuhku (Kucumbu Tubuh Indahku)
Fiksi, 2018, Indonesia, 1h45, VOST Prancis

Museum Quai Branly Paris – Jacques Chirac

37 quai Branly – 75007 Paris

Informasi lebih lanjut di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *