Mossad Keluar dari Qatar setelah Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza Mandek – Priangan News

Mossad Keluar dari Qatar setelah Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza Mandek – Priangan News

Perwakilan Mossad, badan intelijen Israel, ditarik dari negosiasi gencatan senjata di Jalur Gaza karena merasa buntu. Negosiasi tersebut melibatkan Qatar sebagai mediator bersama Mesir dan Amerika Serikat. Mossad akhirnya kembali ke Israel atas arahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Fokus mediasi kali ini adalah membebaskan kategori baru sandera Israel selain perempuan dan anak-anak. Israel menuduh Hamas tidak memenuhi kesepakatan gencatan senjata, termasuk membebaskan sandera perempuan dan anak-anak. Sementara itu, Hamas menyatakan bahwa tidak akan ada pertukaran tahanan dengan Israel sampai perang berakhir. Mereka mengklaim sudah membebaskan semua sandera perempuan dan anak-anak selama gencatan senjata.

Namun, Hamas juga bersedia mengembalikan jenazah Israel sebagai imbalan pengembalian jenazah warga Palestina. Namun, hingga gencatan senjata berakhir pada 1 Desember, tidak ada pembaruan kesepakatan antara Israel dan Hamas yang terjadi.

Selama konflik ini, lebih dari 180 warga Palestina tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Sejak dimulainya agresi Israel pada 7 Oktober, total korban jiwa mencapai lebih dari 15.000 jiwa yang didominasi oleh perempuan dan anak-anak.

Dengan penarikan perwakilan Mossad dan kebuntuan dalam negosiasi gencatan senjata, situasi di Jalur Gaza semakin tegang. Masyarakat internasional terus memantau perkembangan konflik ini dan berharap agar kedua belah pihak bisa mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri pertumpahan darah ini.

READ  'selokan super' baru untuk mengakhiri polusi Thames akan diuji pada tahun 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *