Masyarakat adat Baduy tidak lagi menginginkan internet

Masyarakat adat Baduy tidak lagi menginginkan internet

“Kami akan menghormati keinginan masyarakat Baduy untuk menjaga tradisi, nilai-nilai dan kearifan lokal mereka dari gelombang modernisasi,” Senin 12 Juni katanya Oleh Pos Jakarta pejabat Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Baduy adalah penduduk asli sekitar 26.000 orang yang tinggal di daerah pegunungan di Jawa Barat, hanya 160 kilometer dari ibu kota Jakarta. Mereka terbagi menjadi dua kelompok: yang paling banyak, Baduy Luar, yang dikenal sebagai “dari luar”, tinggal di 61 desa yang mengelilingi “tanah suci”. Mereka dapat berdagang dengan dunia luar, namun terikat oleh banyak aturan, seperti larangan bepergian kecuali dengan berjalan kaki.

Baduy Dalam, yang dikenal sebagai “orang dalam”, berjumlah kurang dari 2.000 orang. Mereka bertanggung jawab melestarikan budaya animisme mereka dengan memastikan bahwa modernitas tidak menyerang tiga desa keramat mereka yang membentang seluas 4.000 hektar hutan, yang mereka sebut matriks dunia. Pada tahun 1990, pemerintah Indonesia mendeklarasikan kawasan pemukiman mereka sebagai kawasan cagar budaya.

Baduy domestik inilah yang pada tanggal 1di sana Juni 2023, mengirim surat ke pemda meminta mereka “Potong akses internet atau retas sinyal dari menara telekomunikasi di dekat negara mereka agar tidak sampai ke mereka”. dilaporkan harian.

Tantangan pemotongan yang ditargetkan

Mereka berpendapat bahwa menara ini, yang dibangun di dekat desa mereka, dapat mengalihkan perhatian generasi muda Baduy dari cara hidup leluhur mereka, yang selama berabad-abad melawan godaan uang, perdagangan, teknologi dan budaya baru.

“Saat ini kami sedang berbicara dengan penyedia internet di wilayah tersebut untuk mempertimbangkan langkah apa yang dapat kami ambil,” tambah pejabat kementerian itu. Tantangannya adalah mengarahkan bagian jaringan ke satu-satunya zona pedalaman Baduy. Akses internet harus selalu tersedia di kampung-kampung Baduy luar yang beberapa tahun ini telah mengembangkan kegiatan ekonomi online.

READ  Di Indonesia, Segera Panel Surya di Masjid?

ITU Pos Jakarta mengamati bahwa permintaan Baduy datang dari pedalaman karena Negara berusaha untuk memperluas jaringan internet ke ribuan pulau terluar yang membentuk nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *