mantan martir diangkat ke Kementerian Pertahanan

Penunjukan dua mantan anggota komando bencana Mawar (komando mawar) di Kementerian Pertahanan Indonesia, yang menculik dan menyiksa aktivis pro-demokrasi pada tahun 1997 dan 1998, memicu kemarahan pers nasional.

Lebih dari dua dekade telah berlalu sejak penculikan aktivis prodemokrasi pada 1997 dan 1998. Meski keadilan belum ditegakkan bagi keluarga para korban, publik dikejutkan dengan pengangkatan dua penculik di posisi strategis. dari Kementerian Pertahanan. Apakah ini perlakuan yang adil bagi para pelaku pelanggaran HAM di negeri ini? ” harian Indonesia terbit Kompas.

Kedua terdakwa tersebut adalah Dadang Hendra Yudha dan Yulius Selvanus, masing-masing ditunjuk sebagai Direktur Potensi Pertahanan dan Kepala Badan Instalasi Pertahanan Strategis. Keduanya merupakan bagian dari komando Mawar yang mematikan, yang namanya dalam bahasa Indonesia berarti ‘mawar’.

22 aktivis diculik dan 13 masih hilang

Komando ini dibentuk pada Juli 1997, di bawah komando langsung Kopassus, pasukan khusus tentara Indonesia, dengan tujuan untuk menculik para aktivis pro demokrasi yang mulai melakukan protes.

[…]

READ  Irlandia Utara Terbuka 2020 - Ronnie O'Sullivan berpacu untuk mengalahkan Thepchaiya Un-Nooh untuk mencapai 8 besar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *