Letusan gunung berapi Semeru mati dan hilang di Indonesia

Letusan Gunung Semeru di Pulau Jawa, Indonesia, menewaskan 14 orang dan 7 orang hilang hingga Minggu pagi (5). Menurut Abdul Muhari, juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dua korban telah diidentifikasi.

Di antara 98 yang terluka, 57 dirawat di rumah sakit, termasuk 16 dalam kondisi serius. Dua wanita hamil terluka dan total 35 orang dibawa ke rumah sakit setempat dengan luka bakar. 902 orang lainnya dievakuasi dari daerah tersebut.

Indonesia memiliki populasi lebih dari 270 juta dan terletak di sepanjang “Vuurring” Samudra Pasifik, daerah yang rawan gempa bumi dan aktivitas gunung berapi.

Gambar di media sosial menunjukkan kerusakan yang disebabkan oleh gunung berapi Semeru:

Badai dan hujan menyebabkan letusan

Menurut Eko Budi Lelono, Kepala Pusat Penelitian Geologi Indonesia, letusan gunung tertinggi di Indonesia (ketinggian 3.676 meter) itu disebabkan oleh badai dan hujan berhari-hari, yang meratakan kubah lava di atas bukit.

Lelono mengatakan Semeru melemparkan kolom abu tebal dari ketinggian lebih dari 12.000 kaki, dan aliran gas dan lava panas turun hingga 800 kaki ke sungai terdekat.

“Tiba-tiba semuanya menjadi gelap, siang yang cerah telah berubah menjadi malam. Suara gemuruh dan panas memaksa kami lari ke masjid. Erupsinya jauh lebih kuat dari Januari,” kata Fatmah, warga Pulau Jawa.

Kementerian Perhubungan mengeluarkan peringatan pada hari Sabtu (4) kepada maskapai penerbangan untuk menghindari jalan di dekat Semeru, kata juru bicara Adita Irawati.

Saya menonton video baru Youtube tampilan digital? Berlangganan saluran!

READ  Kakatua, pengumpul sampah berbulu yang lucu itu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *