lebih dari 150 tewas di Indonesia dan Timor Timur – Pembebasan

Kepulauan itu dilanda badai tropis Seroja, yang menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor. Lebih dari 70 orang hilang.

Sedikitnya 157 orang telah tewas dan puluhan lainnya masih hilang dalam banjir dan tanah longsor yang mengikuti topan tropis Seroja di Indonesia dan Timor Leste, menurut sebuah laporan baru yang diumumkan pada hari Selasa. Di Indonesia, tim penyelamat berjuang untuk menemukan lebih dari 70 orang hilang, dan terkadang menggunakan backhoe untuk menghilangkan puing-puing yang terkumpul selama perjalanan topan. Hujan deras dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor, terkadang menghancurkan rumah. Lebih dari 10.000 orang mengungsi di pusat-pusat evakuasi. Ribuan rumah, jalan, jembatan dan rumah sakit rusak atau hancur. Beberapa jalur komunikasi tertutup lumpur dan pohon tumbang, sehingga menyulitkan penyelamat untuk mencapai daerah yang terkena dampak paling parah.

“Kami masih menghadapi risiko melihat cuaca ekstrem dalam beberapa hari mendatang” karena topan, kata Raditya Jati, juru bicara Badan Penanggulangan Bencana Indonesia. Penjaga pantai “Masih berusaha untuk merespon bencana dengan menyelenggarakan evakuasi dan pencarian, menawarkan solusi untuk menampung para tunawisma, menyebarkan bantuan dan mencoba menjangkau daerah bencana.” Badai sekarang bergerak maju ke pantai barat Australia.

Ketakutan akan penyebaran Covid-19

Di Lembata, sebuah pulau di tengah antara Flores dan Timor, akses jalan terputus, memaksa pihak berwenang untuk mengerahkan mesin konstruksi untuk membuka kembali jalan. Beberapa desa yang terletak di ketinggian sebagian tersapu longsor hingga ke pantai.

Pihak berwenang di pulau itu mengatakan mereka prihatin dengan penyebaran Covid-19 dengan mengelompokkan kembali para pengungsi. Pihak berwenang sudah khawatir bahwa fasilitas kesehatan dasar di daerah itu akan benar-benar kewalahan.

READ  Bersepeda GFNY La Vaujany | gunung berita

Sementara tanah longsor dan banjir bandang sering terjadi di kepulauan Indonesia, terutama selama musim hujan, para konservasionis menunjukkan bahwa deforestasi menguntungkan bencana-bencana ini.

Pada Januari lalu, 40 orang tewas akibat banjir di kota Sumedang, Jawa Barat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana memperkirakan bahwa 125 juta orang Indonesia, atau sekitar setengah dari populasi nusantara, tinggal di daerah yang berisiko longsor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.