Le Télégramme – Dunia – Indonesia membanjiri sedikitnya 23 korban jiwa



Banjir yang melanda wilayah Jakarta telah menewaskan sedikitnya 23 orang, jumlah korban yang bisa meningkat lebih lanjut, kata badan penanggulangan bencana, Kamis.

Dalam laporan sebelumnya, 18 orang meninggal yang meninggal akibat hujan lebat pada malam tahun baru, yang menyebabkan tanah longsor dan membanjiri sejumlah besar permukiman.

Gambar yang diambil di area banjir menunjukkan rumah dan mobil yang tertutup air dan lumpur, dan warga mengendarai perahu karet atau ban dalam.

Sedikitnya 21 orang tewas di megacity Jakarta, dua lainnya tewas akibat kenaikan permukaan air yang tiba-tiba di wilayah Lebak, jauh di selatan pulau Jawa. “Korban tewas terakhir adalah 21 orang,” kata Menteri Sosial Juliari Peter Batubara kepada wartawan, Kamis. “Kami berharap tidak terus menanjak,” imbuhnya.


“Banjir melanda tanpa peringatan”

Di Lebak, Badan Penanggulangan Bencana mengonfirmasi tewasnya dua warga lainnya. Itu juga menyelidiki laporan tiga kematian tambahan. Polisi di Lebak mengatakan mereka sedang mencari delapan orang yang masih hilang di daerah tersebut. Puluhan ribu warga dievakuasi ke tempat penampungan sementara, banyak rumah rusak.

Mereka yang meninggal adalah korban tenggelam, hipotermia atau tertimbun longsor. Di antara korban adalah seorang bocah lelaki berusia 8 tahun yang tewas, dan seorang remaja berusia 16 tahun mencemari listrik.

“Banjir melanda tanpa peringatan,” kata Munarsih yang hanya punya satu nama. Lingkungannya di pinggiran barat Jakarta terendam banjir.

“Airnya datang dengan cepat dan naik dengan cepat. Kami tidak berhasil mendapatkan barang milik kami, apalagi mobil saya, ”jelas warga tersebut.

Bencana ini merupakan yang paling mematikan sejak banjir tahun 2013 yang menewaskan puluhan orang di Jakarta.

Megalopolis, dengan populasi sekitar 30 juta, sering dilanda banjir selama musim hujan di Indonesia, yang dimulai pada akhir November.

READ  Wayang dari Indonesia di Institut Seni Topeng di Limoux

Menurut pihak berwenang, 31.000 orang dievakuasi, angka itu tidak termasuk penduduk yang tinggal di desa-desa di pinggiran ibu kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *