Lai Ching-te Memenangkan Pemilihan Presiden Taiwan, Meraih 40,2 Persen Suara – Priangan News

Lai Ching-te Memenangkan Pemilihan Presiden Taiwan, Meraih 40,2 Persen Suara – Priangan News

Lai Ching-te, dari Partai Progresif Demokratik (DPP), berhasil memenangkan pemilihan presiden di Taiwan dengan memperoleh 40,2 persen suara. Keberhasilan Lai Ching-te ini membuat lawannya, Hou Yu-ih dari Kuomintang (KMT), mengakui kekalahan setelah tertinggal di belakang dengan perolehan 33,4 persen suara.

Namun, China memperingatkan bahwa terpilihnya Lai Ching-te akan menyebabkan “perang dan kemunduran” bagi Taiwan. China merasa khawatir dengan pandangan politik Lai Ching-te yang lebih memihak kepada kemerdekaan Taiwan. Menurut Beijing, Lai Ching-te dianggap sebagai “separatis” yang memisahkan Taiwan dari China.

Lai Ching-te sendiri adalah mantan wakil presiden yang memiliki pendekatan yang lebih blak-blakan tentang kemerdekaan Taiwan dibandingkan dengan pendahulunya, Tsai Ing-wen. Dalam kampanyenya, Lai menekankan pentingnya kedaulatan Taiwan dan menghadapi tantangan dari China yang mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Meskipun pandangannya lebih keras, Lai berhasil menarik perhatian sebagian besar pemilih Taiwan.

Sementara itu, lawan Lai Ching-te, Hou Yu-ih adalah mantan kepala kepolisian dan wali kota di New Taipei. Dia adalah kandidat dari partai oposisi KMT yang bersahabat dengan Beijing. Dalam kampanyenya, Hou Yu-ih berjanji untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan China dan memperkuat ekonomi Taiwan melalui kerja sama dengan Beijing.

Calon presiden lainnya, Ko Wen-je, adalah pendiri Partai Rakyat Taiwan (TPP) sebagai alternatif dari dua partai politik dominan di Taiwan. Meskipun Ko Wen-je gagal memenangkan pemilihan presiden kali ini, kehadiran partai TPP memberikan variasi politik yang baru dalam pemilihan presiden Taiwan.

Dengan terpilihnya Lai Ching-te sebagai presiden Taiwan, hubungan antara Taiwan dan China nampaknya akan semakin tegang. Tantangan terbesar bagi Lai Ching-te adalah bagaimana mempertahankan kedaulatan dan kebebasan Taiwan dalam menghadapi tekanan dari China.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *