KPK memperpanjang masa tahanan mantan Menteri Sosial Juliari Batubara

JAKARTA, KOMPAS.com Komisi Pemberantasan Korupsi ( NCP) memperpanjang masa penahanan mantan Menteri Sosial Juliari Batubara selama 40 hari ke depan.

Juliari menjadi tersangka kasus suap terkait bansos Covid-19 wilayah Jabodetabek tahun 2020.

“Rutan hari ini diperpanjang selama 40 hari sejak 26 Desember 2020 hingga 3 Februari 2021 bagi 2 tersangka TPK yang diduga melakukan suap dalam pemberian bansos untuk wilayah Jabodetabek pada tahun 2020,” kata Ali Fikri, pelaksana tugas KPK- juru bicaranya, Rabu (23/12). / 2020).

Baca juga: Kasus Juliari, KPK Selidiki Proses Seleksi Penyalur Bansos

Selain Juliari, tersangka lain yang dimaksud Ali adalah pejabat yang mengaitkannya dengan Kementerian Sosial, Adi Wahyono.

Sebelumnya Juliari dan Adi sudah ditahan sejak Minggu (12/6/2020) setelah sama-sama menyerahkan diri kepada CPK karena ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Selain itu, CPK juga memperpanjang penahanan tiga tersangka lainnya yakni PPK Kemensos Matheus Joko Santoso dan dua pihak swasta bernama Harry Sidabuke dan Ardian I M.

Perpanjangan penahanan dilakukan selama 40 hari dari 25 Desember 2020 hingga 2 Februari 2021 terhadap 3 tersangka, kata Ali.

Baca juga: Kasus Korupsi Menteri Sosial Juliari, Bantuan Sosial Sembako Dinilai.

Matheus, Ardian dan Harry sebelumnya sudah ditahan sejak Sabtu (5/12/2020) usai tertangkap basah menjalani operasi genggam.

Dalam kasus ini, Juliari diduga melakukan perbuatan senilai Rp. Menerima 17 Milyar yang kemudian digunakan untuk kebutuhan pribadinya.

Uang tersebut diduga didapat dari honor setiap paket pekerjaan yang harus dibayarkan mitra ke Kementerian Sosial sebesar Rp10.000 per paket bansos senilai Rp300.000.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *