KLHK menyita 300 kg rusa ilegal di Labuan Bajo

TEMPO.CO, JakartaKementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyita 300 kilogram daging rusa ilegal yang dikemas dalam tujuh boks Labuan Rendah, Nusa Tenggara Timur (NTT) rencananya akan diangkut ke kabupaten tetangga Bima di Nusa Tenggara Barat.

“Daging seberat 300 kg itu diduga berasal dari Taman Nasional Komodo,” kata Kepala Badan Penegakan Hukum Kementerian Urusan Jawa-Bali-Nusa Tenggara M Nur dalam keterangannya, Minggu.

Pihak berwenang menetapkan seorang tersangka, yang dihukum berdasarkan pasal 40 UU No. 5/1990 tentang konservasi alam dengan pidana kurungan maksimal lima tahun dan denda Rp100 juta.

Selain 300 kg daging, polisi juga mengamankan satu minibus dan telepon seluler untuk penyelidikan lebih lanjut atas kasus tersebut.

Menurut Nur, daging tersebut diduga hasil perburuan Taman Nasional Komodo dengan jumlah rusa yang banyak.

“Kami akan menyelidiki masalah tersebut untuk menentukan siapa yang menjadi pemodal perburuan satwa dilindungi,” tambahnya.

Nur mencatat, populasi rusa, kerbau, dan satwa lain di kawasan konservasi harus dipertahankan sebagai mangsa penting bagi kadal raksasa untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

“Setiap gangguan dari Komodo habitat harus ditangani dengan tegas. Selain itu, kami juga memperhatikan pelestarian biota dan habitat laut, ” ujarnya.

Baca juga: Labuan Bajo Kota pertama di Indonesia dengan saluran telepon bawah tanah: Luhut

DIBAWAH

READ  Hotel Thailand ingin dipenjara karena ulasan buruk - Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *