Kematian harian orang Indonesia akibat Covid terus meningkat

Jakarta. Jumlah kematian terkait virus korona di Indonesia terus meningkat selama tiga minggu terakhir, dengan 100 atau lebih orang meninggal akibat virus setiap hari.

Angka kematian harian terpanjang sebelumnya dengan tiga angka adalah 12 hari.

Ada 18.819 kematian sejak wabah dimulai dengan 166 kematian baru pada hari Minggu. Rata-rata tujuh hari mencapai angka tertinggi baru di 154, hari ketiga berturut-turut di mana jumlah kematian mingguan mencetak rekor baru.

Dari korban tewas hari Minggu, 95 berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Jawa Timur juga memimpin total kematian terkait virus corona dengan total 4.879. Jakarta berada di urutan kedua dengan 2.933 kematian, diikuti oleh Jawa Tengah (2.635) dan Jawa Barat (1.057).

(Klik untuk tampilan penuh)

Kasus terkonfirmasi
Empat provinsi dengan populasi terbesar juga menyumbang porsi besar dari total jumlah kasus virus corona.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Indonesia hingga Minggu tercatat 617.820 kasus, meningkat 6.189 kasus dibandingkan hari sebelumnya.

Hampir 79.000 kasus baru telah ditambahkan secara nasional sejak awal bulan.

Hal ini menambah rekor jumlah kasus aktif menjadi 93.165 atau 15,1 persen dari total kasus.

Setelah puncak pertama pada akhir September, kenaikan dimulai lagi pada awal November dengan kecepatan yang jauh lebih besar, didorong oleh kebangkitan kembali di titik-titik panas utama.

(Klik untuk tampilan penuh)
(Klik untuk tampilan penuh)

Jakarta, misalnya, mulai melaporkan empat angka setiap hari pada awal November setelah tren penurunan di bulan sebelumnya.

Ibukota telah mencatat 1.298 kasus dalam 24 jam terakhir sehingga total menjadi 152.499, lebih banyak dari provinsi lain.

Jawa Timur kini telah memecahkan rekornya sendiri dalam rata-rata tujuh hari selama lebih dari dua minggu sekarang, mencapai total 69.921. Provinsi tersebut melaporkan peningkatan pada 18 November dan sejak itu kasus baru terus meningkat.

READ  Potret mantan presenter asing Dalton Ichiro Tanonaka saat ditangkap Kejaksaan Agung

Kurva sangat bervariasi di Jawa Tengah, tetapi infeksi baru saat ini terus meningkat, dengan rata-rata 858 kasus dalam seminggu terakhir.

Jumlah kasus mencapai 66.517 kasus dan menempati urutan ketiga di antara provinsi yang terkena dampak terparah.

Jawa Barat adalah satu-satunya provinsi setelah Jakarta yang memiliki rata-rata lebih dari 1.000 kasus dalam sebulan. Provinsi berpenduduk 50 juta jiwa itu mencatat total 66.210 kasus.

Kasus gabungan dari empat provinsi saja mencapai 57,5 ​​persen dari skor nasional.

(Klik untuk tampilan penuh)
(Klik untuk tampilan penuh)

Sementara titik api lain seperti Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Bali mengalami penurunan infeksi, kasus baru tetap tinggi di Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.

Selanjutnya, Banten dan Kalimantan Tengah muncul sebagai hotspot baru dengan nomor harian tiga digit.

Sulawesi Selatan telah meningkatkan laju infeksi baru sejak akhir bulan lalu, ketika kasus mulai meningkat lebih dari 100 setiap hari.

(Klik untuk tampilan penuh)
(Klik untuk tampilan penuh)

Rata-rata tujuh hari telah mencapai titik tertinggi baru dalam empat hari terakhir. Sulawesi Selatan memiliki total 23.199 kasus, tertinggi di luar empat provinsi terparah di Jawa.

Kalimantan Timur telah menambahkan lebih dari 2.700 kasus sejak 1 Desember, jumlah bulan-to-date tertinggi di luar Jawa, sehingga total menjadi 22.353.

(Klik untuk tampilan penuh)
(Klik untuk tampilan penuh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *