Kegilaan Presiden Joko Widodo untuk Kehebatan Pertanian

Untuk mengantisipasi krisis pangan besar yang diumumkan oleh PBB, pemerintah Indonesia pada tahun 2020 meluncurkan program perkebunan raksasa pertanian di Kalimantan dan Sumatera. Ini dikritik lebih dari sebelumnya oleh organisasi lingkungan, digarisbawahi Koran Tempo.

Pembela daerah membunyikan alarm tentang rencana untuk “perkebunan makanan” oleh Joko Widodo, dilaporkan Koran Tempo. Pada Juni 2020, Presiden Indonesia meluncurkan program perkebunan besar, yang seharusnya memprediksi krisis besar yang diumumkan sebulan sebelumnya oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO).

Pada tahap pertama, di mana pemerintah telah mengeluarkan anggaran sebesar 1.200 miliar rupee (75 juta euro), area ini akan mencakup 165.000 hektar di provinsi Kalimantan Tengah (di pulau Kalimantan) dan lebih dari 60.000 hektar di utara. dari pulau Sumatera.

Program ini dikualifikasikan sebagai kegilaan ekologis dan sosial oleh berbagai organisasi lingkungan hidup Indonesia yang melihat banyak penyimpangan dalam pelaksanaannya. “Toko-toko makanan ini membentang di atas kawasan hutan lindung”, marah Adrianus Eryan, kepala divisi kehutanan dan pertanahan Pusat Hukum Lingkungan Indonesia.

Tempo Koerant mengutip perhitungan Greenpeace yang memperkirakan bahwa sejak pembangunan 31.000 hektar lahan pertanian di Gunung Mas, di provinsi Kalimantan Tengah, satu juta ton karbon bisa terbuang sia-sia. Menurut LSM lingkungan, pemerintah sedang bekerja

[…]

Sumber

Tempo Koerant adalah surat kabar harian yang diterbitkan oleh grup Lagi yang publikasi utamanya adalah mingguan dengan nama yang sama.Lagi pertama kali diterbitkan pada bulan April 1971 oleh PT Grafitti Press, dengan maksud untuk:

[…]

Baca lebih lajut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.