Kedutaan Besar Pakistan, Batik Travel Gelar Konferensi Promosi Pariwisata

Jakarta (ANTARA) – Kedutaan Besar Pakistan bekerjasama dengan Batiq Travel Services Indonesia menggelar konferensi promosi pariwisata di KBRI pada Selasa.

Konferensi tersebut diadakan untuk memenuhi protokol COVD-19 yang dikeluarkan oleh Gubernur Jakarta, menurut pernyataan yang diterima pada hari Selasa di Jakarta.

Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 20 biro perjalanan dan tour leader, termasuk beberapa pelaku bisnis yang bergerak di bidang umrah dan wisata religi. Kepala negara Sri Lankan Airlines untuk Indonesia juga menghadiri acara tersebut.

Duta Besar, Kuasa Usaha, mr. Sajjad Haider Khan, menyambut para tamu dan partisipasi mereka dalam acara tersebut meskipun dalam waktu yang relatif sulit.

Selama konferensi tersebut, Khan memberikan pengarahan rinci tentang Pakistan, yang membahas tentang sejarah, geografi, ekonomi dan potensi pariwisata.

Menurut Khan, Pakistan memiliki ruang yang luas untuk pengembangan berbagai bentuk pariwisata, antara lain wisata petualangan, wisata halal, wisata religi, dan pendakian gunung.

Dia juga menekankan kekayaan warisan agama dan budaya Pakistan, termasuk masjid era Mughal, benteng, tempat suci, situs religi dan warisan Buddha, dan situs keagamaan Sikh, termasuk Kartarpur Sahib.

Dia mengatakan potensi pariwisata Pakistan diakui oleh majalah dan asosiasi kelas dunia seperti Forbes, Condé Nast Traveler, British Backpackers ‘Association, dan yang terbaru oleh travel blogger ternama Indonesia’ Trinity ‘.

Program tersebut juga mencakup film dokumenter tentang Pakistan, presentasi tentang sistem visa online Pakistan oleh petugas, dan pesan video khusus dari blogger ‘Trinity’, yang mengunjungi Pakistan pada tahun 2019.

Berdasarkan pengalaman pribadinya, ‘Trinity’ menempatkan Pakistan sebagai yang terbaik di antara 99 negara yang dia kunjungi.

Pameran fotografi terpisah di kawasan wisata utama di Pakistan juga telah diatur di bagian kedutaan.

READ  Pemerintah Inggris mengatakan akan mereformasi sistem suaka yang 'rusak'

Dr Satiti Handini, CEO Batiq Travel Services, dan Amila Wijasekara, Gubernur Sri Lankan Airlines di Indonesia, juga berbicara di konferensi tersebut.

Para tamu memuji acara tersebut dan mengatakan program semacam itu akan membantu mengubah persepsi orang tentang Pakistan.

Para peserta juga menikmati masakan tradisional Pakistan selama acara berlangsung.

Berita Terkait: Ekspor produk ekonomi kreatif memperkuat pemulihan pariwisata
R
berita gembira: Danau Toba disulap menjadi destinasi wisata kelas dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *