Kapal Perusak AS Menyerang dan Menembak Jatuh 2 Rudal Houthi di Laut Merah – Priangan News

Kapal Perusak AS Menyerang dan Menembak Jatuh 2 Rudal Houthi di Laut Merah – Priangan News

Kapal perusak Amerika Serikat menembak jatuh dua rudal balistik anti-kapal yang ditembakkan dari Yaman. Militer AS menanggapi permintaan bantuan dari sebuah kapal kontainer yang terkena serangan terpisah. Rudal-rudal tersebut diluncurkan dari wilayah yang dikuasai pemberontak Houthi yang didukung Iran. Serangan ini adalah serangan ilegal ke-23 yang dilakukan oleh Houthi terhadap pelayaran internasional sejak 19 November.

Kapal perusak USS Gravely dan USS Laboon menanggapi permintaan bantuan dari kapal kontainer Maersk Hangzhou yang terkena serangan rudal saat transit di Laut Merah. Pemberontak Yaman melakukan serangan yang mereka katakan bertujuan untuk mendukung warga Palestina di Gaza, tempat Israel memerangi kelompok militan Hamas. Serangan ini membahayakan rute transit yang membawa hingga 12 persen perdagangan global, sehingga Amerika Serikat membentuk satuan tugas angkatan laut multinasional untuk melindungi pengiriman Laut Merah.

Konflik Israel-Hamas semakin memanas setelah serangan melintasi batas dari Gaza yang menewaskan sekitar 1.140 orang. Amerika Serikat memberikan bantuan militer ke Israel setelah serangan tersebut. Israel telah melakukan kampanye di Gaza yang menewaskan sedikitnya 21.672 orang. Banyak korban tewas dalam pertempuran di Gaza memicu kemarahan di Timur Tengah dan mendorong serangan oleh kelompok bersenjata yang menentang Israel. Pasukan AS di Irak dan Suriah mendapat kecaman akibat serangan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata yang didukung Iran.

Berita Terbaru: Kapal Perusak Amerika Serikat Lawan Serangan Houthi di Yaman

Laut Merah – Kapal perusak Amerika Serikat, USS Gravely dan USS Laboon, berhasil menembak jatuh dua rudal balistik anti-kapal yang ditembakkan dari Yaman. Militer AS cepat tanggap dan memberikan bantuan kepada kapal kontainer Maersk Hangzhou yang juga terkena serangan terpisah.

READ  Biden Semakin Frustrasi Melihat Israel Membom Rafah, Umpat Netanyahu Bajingan - Priangan News

Rudal-rudal tersebut diluncurkan dari wilayah yang dikuasai pemberontak Houthi yang didukung oleh Iran. Ini merupakan serangan ilegal ke-23 yang dilakukan oleh Houthi terhadap pelayaran internasional sejak tanggal 19 November.

Kapal perusak USS Gravely dan USS Laboon merespon permintaan bantuan dari kapal kontainer Maersk Hangzhou yang terkena serangan rudal saat transit di Laut Merah. Pemberontak Yaman mengklaim serangan mereka bertujuan untuk mendukung warga Palestina di Gaza, tempat Israel sedang berperang melawan kelompok militan Hamas.

Serangan ini mengancam rute transit yang membawa hingga 12 persen perdagangan global, sehingga Amerika Serikat membentuk satuan tugas angkatan laut multinasional untuk melindungi pengiriman di Laut Merah.

Sementara itu, konflik antara Israel dan Hamas semakin memanas setelah serangan tersebut. Serangan yang melintasi batas Gaza telah menewaskan sekitar 1.140 orang. Amerika Serikat memberikan bantuan militer kepada Israel sebagai tindakan respons terhadap serangan yang mereka alami.

Israel sendiri telah melancarkan kampanye di Gaza yang mengakibatkan setidaknya 21.672 orang tewas. Banyaknya korban jiwa dalam pertempuran di Gaza telah memicu kemarahan di Timur Tengah dan mendorong serangan oleh kelompok bersenjata yang menentang Israel. Pasukan Amerika Serikat di Irak dan Suriah telah mendapat kritik atas serangan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata yang didukung oleh Iran.

Ini merupakan serangan teranyar yang memperlihatkan situasi yang semakin tegang di wilayah tersebut. Militer AS dan kapal-kapal perangnya menjadi saksi penting dalam menjaga keamanan dan kelancaran pelayaran internasional di Laut Merah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *