Jenderal Iran Bersumpah Membalas Kematian 84 Korban Ledakan ISIS – Priangan News

Jenderal Iran Bersumpah Membalas Kematian 84 Korban Ledakan ISIS – Priangan News

Panglima Garda Revolusi Iran, Mayor Jenderal Hossein Salami, bersumpah untuk membalas kematian 84 korban tewas dalam ledakan bom yang diklaim oleh ISIS. Dua ledakan bom mengguncang kota Kerman saat peringatan meninggalnya Qassem Soleimani, jenderal top Iran yang tewas dalam serangan drone AS di Irak pada tahun 2020.

Menurut laporan, ledakan bom tersebut terjadi di makam Soleimani yang ramai oleh ribuan orang yang berkumpul untuk menghormati jenderal yang dianggap sebagai pahlawan nasional dalam masyarakat Iran. Salami, yang menghadiri upacara peringatan, dengan tegas menyatakan bahwa kematian korban tidak akan sia-sia dan akan dibalas.

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas dua ledakan bom tersebut. Mereka menyatakan bahwa dua anggota kelompok mereka meledakkan sabuk peledak di tengah kerumunan orang yang berkumpul di area pemakaman. ISIS, sering diidentifikasikan sebagai kelompok teroris internasional, dipandang sebagai dalang di balik serangan tersebut.

Pernyataan Salami menunjukkan kemarahan dan keberanian Iran dalam menanggapi serangan yang mereka anggap sebagai tindakan teror. Tidak lama setelah kejadian ini, pemerintah Iran mengumumkan peningkatan keamanan di seluruh negeri untuk mencegah ancaman lebih lanjut.

Ledakan bom ini menambah ketegangan di antara Iran dan Amerika Serikat, yang telah memburuk sejak pembunuhan Soleimani pada tahun 2020. Kedua negara telah saling berjejaring serangan dan ancaman balasan sejak itu, memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik yang lebih besar.

Sebagai tanggapan terhadap ledakan bom yang mengguncang Kerman ini, Iran telah melancarkan misil balistik ke pangkalan militer AS di Irak yang menampung pasukan Amerika. Belum jelas apakah serangan itu mengakibatkan korban jiwa atau kerusakan material.

Peristiwa ini tetap menjadi sorotan utama di Iran dan dunia internasional, mencerminkan eskalasi ketegangan antara Iran dan ISIS, serta Iran dan Amerika Serikat. Dunia internasional akan terus memperhatikan perkembangan lebih lanjut, sambil berharap agar situasi tidak semakin memburuk dan dapat diatasi melalui dialog diplomatik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *