Jakarta Perpanjang Transisi PSBB Di Tengah Meningkatnya Kasus COVID-19, Pelanggaran Protokol Kesehatan – Sel, 24 November 2020

Pemerintah Jakarta mengumumkan pada hari Minggu bahwa mereka akan memperpanjang masa transisi pembatasan sosial skala besar (PSBB) dua minggu lagi hingga 6 Desember di tengah lonjakan kasus COVID-19 baru-baru ini dan setelah sejumlah demonstrasi massal. yang menyebabkan tuduhan pelanggaran protokol kesehatan yang meluas.

“Pemprov DKI bisa mencabut ‘rem darurat’ jika [Jakarta] melihat peningkatan yang signifikan dalam bisnis baru atau tingkat transmisi yang relevan […] Pada hari Sabtu, ibu kota mencatat lonjakan satu hari tertinggi 1.579 kasus, ‘kata Gubernur Jakarta Anies Baswedan pada hari Minggu.

Dijelaskannya, berdasarkan laporan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19 mengalami penurunan signifikan sejak akhir Oktober lalu.

Per Sabtu, kepatuhan terhadap kebijakan pakaian bertopeng adalah 65 persen, lebih rendah 10 persen dibandingkan tanggal 19 Oktober.

Sementara itu, kepatuhan masyarakat terhadap kebijakan yang dihapus secara fisik dan cuci tangan secara teratur masing-masing tercatat 70 persen dan 40 persen pada akhir Oktober. Namun pada 21 November, mereka turun menjadi 60 dan 30 persen.

“Data menunjukkan penurunan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan sejalan dengan peningkatan kasus baru,” kata Anies.

Dia menjelaskan di ibu kota kasus COVID-19 baru meningkat 11,62 persen selama dua minggu terakhir, setelah mengalami tren yang relatif menurun pada minggu-minggu sebelumnya.

Jumlah angka reproduksi COVID-19 (Rt) juga meningkat tipis menjadi 1,06 dari 1,05.

“Tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan minimal harus 80 persen agar bisa [effectively] menekan transmisi virus, ”katanya.

Lebih lanjut Gubernur mengatakan, Pemprov DKI akan terus bekerja sama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah [Forkopimda] menerapkan kebijakan protokol kesehatan untuk membatasi penularan virus corona.

READ  Jumlah kasus harian COVID-19 di Jakarta menunjukkan tanda-tanda penundaan

Jakarta menjadi sorotan setelah serangkaian aksi massa yang ditujukan untuk kembalinya pemimpin Front Pembela Islam (FPI) dan ulama pembakaran Rizieq Shihab dari pengasingan diri di Arab Saudi pada 10 November.

Kementerian Kesehatan pada Minggu melaporkan lonjakan kasus baru di Petamburan, Jakarta Pusat dan Tebet, Jakarta Selatan, tempat aksi massa berada.

“Kami telah menemukan 50 kasus baru di Tebet dan 30 di Petamburan,” kata Budi Hidayat, pelaksana tugas Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian, seperti dilansir oleh compas.com.

Budi mengimbau para peserta temu massa dan kontak dekatnya untuk melakukan isolasi diri selama dua minggu dan mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala COVID-19.

Meski terjadi peningkatan kasus baru dan maraknya pelanggaran protokol kesehatan, Anies mengklaim penularan COVID-19 di ibu kota masih terkendali, dengan menunjukkan bahwa jumlah kasus aktif menurun dan tingkat pemulihan masih meningkat.

“Kita sudah melihat tren penurunan angka kasus aktif di Jakarta. Pada 21 November, Jakarta mencatat 6,7 persen kasus aktif, lebih rendah dibanding dua pekan sebelumnya sebesar 7,2 persen. Sementara itu, angka kesembuhannya juga membaik. “Angka terakhir tercatat 91,3 persen. Dua pekan sebelumnya 78,9 persen,” kata Anies.

Dia berjanji akan memberlakukan protokol kesehatan yang lebih ketat untuk membatasi penyebaran COVID-19.

“Ke depan, kami akan menerapkan langkah-langkah protokol kesehatan yang lebih ketat. Kami berharap warga juga dapat secara proaktif melaporkan pelanggaran. Saya tegaskan sekali lagi bahwa kami harus tetap disiplin untuk mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Sebelumnya, dewan Visit Wonderful Indonesia (VIWI) – organisasi yang memayungi 18 asosiasi pariwisata – meminta Anies tidak memperpanjang masa transisi PSBB.

Ketua Dewan, Hariyadi B Sukamdani, mengatakan bahwa pemerintah di Jakarta, mengingat banyaknya pelanggaran protokol kesehatan yang ada, serta pembatasan COVID-19 untuk memberikan kebebasan yang lebih besar bagi pelaku bisnis pariwisata untuk memulihkan kerugian mereka. dari penurunan ekonomi saat ini.

READ  lebih dari satu juta dikreditkan ke akunnya

Anies mengatakan tujuan pemerintah di Jakarta adalah untuk membatasi tingkat penularan COVID-19 dan masyarakat juga harus berpartisipasi dalam upaya tersebut.

“Kita tidak bisa hanya melakukan apa yang kita inginkan, tetapi kita harus fokus pada pengendalian COVID-19. Jika masyarakat tetap disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan, maka jumlah kasus baru juga akan berkurang,” ujarnya.

Periode premi Anda akan kedaluwarsa dalam 0 hari

tutup x

Masuk untuk mendapatkan akses tak terbatas Dapatkan diskon 50% sekarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *