Jakarta menambahkan 951 kasus COVID-19 pada hari Sabtu

Jakarta (ANTARA) – Ibukota Indonesia, Jakarta, pada Sabtu menambah 951 kasus baru COVID-19, meningkatkan total skor menjadi 150.250, menurut situs Pemprov DKI Jakarta. corona.jakarta.go.id.

951 kasus baru adalah hasil dari tes di tempat, juga disebut tes reaksi berantai polimerase (PCR) yang dilakukan pada hari Jumat dan dilaporkan pada hari Sabtu.

Tes PCR dilakukan pada 15.120 eksemplar. Dari total, 12.181 melakukan tes PCR untuk mendiagnosis kasus baru, di mana 951 dinyatakan positif dan 11.230 lainnya dinyatakan negatif untuk virus corona baru.

Penambahan 951 kasus pada hari Sabtu merupakan jumlah harian terendah COVID-19 kasus dalam sepekan terakhir, dibandingkan dengan 1.232 pada hari Jumat (11 Desember), 1.180 pada Kamis (10 Desember), 1.237 pada Rabu (9 Desember) dan 1.174 pada hari Selasa. (8 Desember), 1.466 pada hari Senin (7 Desember), 1331 pada hari Minggu (6 Desember) dan 1.360 pada hari Sabtu (5 Desember).

Penambahan 951 kasus juga lebih kecil dari 1.440 pada Sabtu (12 September) dan 1.579 pada Sabtu (21 November), yang merupakan tagihan satu hari tertinggi sejak dimulainya pandemi COVID-19.

Indonesia telah mencatat 611.631 infeksi COVID-19, 501.376 pemulihan dan 18.653 kematian sejak pemerintah mengumumkan dua kasus pertama pada 2 Maret 2020, menurut Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

Negara itu menambahkan 4.490 kasus pemulihan, 6.388 kasus baru dan 142 kematian dalam 24 jam yang berakhir Sabtu.

Jawa Barat melaporkan jumlah infeksi baru tertinggi yaitu 1.283, diikuti oleh Jawa Tengah (992), Jakarta (951), Jawa Timur (769), Yogyakarta (227) dan Sulawesi Selatan (226).

Satgas juga mencatat 62.224 dugaan kasus COVID-19. Sedangkan jumlah sampel yang diperiksa laboratorium per hari mencapai 59.388. Ini menandakan kapasitas pengujian laboratorium di Indonesia semakin berkembang, ujarnya.

READ  'Kejutan luar biasa': Orangutan lahir di kebun binatang setelah tes kehamilan negatif

Secara kumulatif, kasus terkonfirmasi terbanyak dilaporkan di Jakarta (151.201), diikuti oleh Jawa Timur (69.130), Jawa Tengah (65.600) dan Jawa Barat (65.355).

Namun, jumlah kumulatif pemulihan tertinggi terlihat di Jakarta (136.406), diikuti oleh Jawa Timur (59.800), Jawa Barat (53.642), dan Jawa Tengah (43.983).

Berita Terkait: Baswedan mendesak agar berhati-hati setelah dinyatakan positif COVID-19
Berita Terkait: Tingkat pemulihan COVID-19 Jakarta adalah 90,9 persen pada 8 November

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *