Inti bumi tumbuh tidak merata dan tidak normal di bawah Indonesia

Apakah mekanik besar duniawi tidak beraksi? Sebuah studi yang dipimpin oleh ahli geologi Daniel A. Frost, diterbitkan di Geologi Alam melaporkan pendinginan lapisan bawah bumi di bawah Indonesia, lebih tepatnya di Laut Banda. Alasan untuk fenomena ini dinilai: itu akan disebabkan oleh peningkatan inti planet. Tapi di mana pusat bumi harus tumbuh sejajar di bawah benua Amerika Selatan, ini tidak terjadi. Dan para ilmuwan masih belum tahu bagaimana menjelaskan alasan pertumbuhan ini.

Gelombang seismik untuk memahami bumi

Para ilmuwan telah menyadari komposisi lapisan dalam bumi, disusun dalam beberapa lapisan dan dibongkar pada tahun 1912 oleh Beno Gutenberg. Di permukaan kita menemukan kerak bumi yang bisa berupa benua atau samudera. Berikutnya adalah mantel atas, mesosfer dan akhirnya inti, dengan bagian luar dan bagian dalam. Yang terakhir adalah pesawat terakhir, ‘jantung’ planet dengan radius 1.220 km.

Seismologi, stetoskop yang mendengarkan jantung bumi

Semua lapisan ini dilintasi olehgelombang seismik, dilihat di seluruh dunia dengan instrumen presisi yang disebut seismograf. Alat ini dapat merekam getaran bawah tanah dari pusat gempa mana pun di dunia. Dua jenis gelombang dipelajari secara khusus: gelombang kompresi longitudinal (P), gelombang tercepat dan transversal dan horizontal (S).

Diagram lapisan dalam bumi dan jalur perambatan gelombang seismik tercepat. © NASA

Yang pertama, “P”, dapat melewati bahan padat dan cair, sedangkan “S” tidak dapat melewati cairan. Gempa bumi yang terjadi pada kedalaman 30 km di dalam kerak bumi yang merambatkan gelombang S dan P akan melintasi berbagai lapisan Bumi, termasuk inti luar, yang terbuat dari paduan cair …

Baca lebih lanjut tentang Futura

Baca juga di Futura

READ  Sepuluh korban selamat ditemukan di Indonesia pascagempa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *