Infeksi Covid kembali meningkat di Indonesia

Jakarta. Indonesia mencatat 4.262 kasus virus korona baru yang dikonfirmasi pada hari Sabtu, kenaikan harian tertinggi dalam lebih dari dua minggu, menjadikan total negara menjadi 433.836, menurut data terbaru dari Kementerian Kesehatan.

Rata-rata tujuh hari telah naik selama tiga hari terakhir setelah penurunan yang stabil selama beberapa minggu untuk menunjukkan bahwa negara tersebut telah melewati puncaknya yang pertama.

Pejabat kesehatan sebelumnya memperingatkan bahwa lima hari akhir pekan di akhir Oktober dapat menyebabkan peningkatan kasus baru selama dua minggu berikutnya, karena banyak orang mengabaikan saran untuk tinggal di rumah.

Korban tewas meningkat 98 dengan total 14.540, atau 3,4 persen dari total kasus.

(Klik untuk tampilan penuh)

Jumlah total kasus aktif mencapai 54.879, sementara total 364.417 pasien Covid-19 telah pulih sejak wabah dimulai.

Hotspot penting
Empat provinsi di Jawa masih tetap menjadi kontributor penting ledakan harian, dengan Jakarta kembali ke angka empat kali lipat harian.

Ibukota, rumah bagi 25 persen dari infeksi nasional, telah mencatat 1118 kasus baru dalam 24 jam terakhir, peningkatan tertinggi dalam satu hari sejak 12 Oktober. Ada total 111.201 kasus, termasuk 2.357 kematian.

Gubernur Anies Baswedan diperkirakan akan mengumumkan besok apakah kota itu akan melanjutkan pembatasan sosial saat ini. Jakarta memiliki rata-rata 801 kasus dalam sepekan terakhir, dibandingkan dengan rata-rata 768 kasus pada minggu sebelumnya.

Jawa Timur memiliki jumlah infeksi tertinggi kedua, dengan total 54.349, dan angka kematian tertinggi di Indonesia dengan total 3.884 kematian terkait virus corona.

Jumlah harian telah dilampaui oleh Jawa Barat dan Jawa Tengah sejak bulan lalu.

Jawa Barat memiliki rata-rata 468 kasus minggu ini, kedua di Jakarta, dengan jumlah total kasus yang dikonfirmasi menjadi 39.614, termasuk 761 kematian.

READ  Presiden Jokowi menyambut baik kesepakatan koridor perjalanan ASEAN

Jawa Tengah memiliki total 37.080 kasus dan 1.859 kematian, angka kematian tertinggi ketiga secara nasional. Ini adalah rata-rata 463 kasus sejak 1 November, dibandingkan dengan rata-rata 370 kasus di seluruh bulan Oktober.

(Klik untuk tampilan penuh)
(Klik untuk tampilan penuh)

Sulawesi Selatan, yang terpukul sejak awal oleh virus tersebut, menyusul dengan total 18.683 kasus, tetapi rata-rata harian di provinsi tersebut telah turun menjadi dua angka sejak bulan lalu. Meski ada 125 kasus lagi pada Sabtu, rata-rata tujuh hari di Sulawesi Selatan hanya 48 kasus.

Pertumbuhan lebih lambat
Kecepatan siaran baru melambat di Sumatera Barat dan Riau, yang meningkat secara dramatis untuk bergabung dengan kelompok provinsi yang terkena dampak paling parah dalam kurun waktu dua bulan.

Sumatera Barat rata-rata memiliki 184 kasus dalam seminggu terakhir, dengan total 15.823 kasus.

Riau mencatat 165 kasus baru dalam periode 24 jam sehingga total menjadi 15.586. Kedua provinsi di Pulau Sumatera memiliki rata-rata lebih dari 230 kasus pada bulan lalu.

Kaltim memiliki rata-rata harian tertinggi di luar Jawa sebanyak 188 kasus per hari, dengan total 15.405 kasus per hari Sabtu.

Sumatera Utara berada di urutan kesembilan dengan total 13.665 kasus dan menyimpan angka harian dalam dua angka dalam dua bulan, sedangkan Bali (12.181) melaporkan rata-rata harian yang lebih rendah dari angka bulan lalu, meskipun itu tetap di sepuluh besar.

Keduanya dikalahkan oleh Banten, yang pada Sabtu menjadi provinsi ke-12 yang mencapai angka 10.000. Provinsi di selatan Jakarta memiliki rata-rata 86 kasus dalam seminggu terakhir.

(Klik untuk tampilan penuh)
(Klik untuk tampilan penuh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *