Indonesia yakin akan tetap menjadi titik terang dalam ekonomi global

Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati mengatakan negara akan terus “titik positif” ekonomi global setelah Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi yang kuat pada triwulan ketiga dan surplus perdagangan internasional yang tidak terputus selama lebih dari dua tahun.

>> Indonesia: produksi beras diperkirakan mencapai 32 juta ton

>> Indonesia: 20,5 juta UMKM bergabung dalam ekosistem digital

Sebuah jalan di Jakarta, Indonesia.
Foto: AFP/VNA/CVN

BPS melaporkan, ekonomi terbesar di Asia Tenggara itu tumbuh 5,72% pada kuartal ketiga dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sementara surplus perdagangan juga meningkat 12,58% mencapai USD 14,92 miliar.

Sri Mulyani menulis di media sosial bahwa pertumbuhan ekonomi merata di seluruh provinsi dengan pulau Jawa, pulau terpadat di negara dengan enam provinsi termasuk ibu kota Jakarta, berkontribusi 56,3% terhadap pertumbuhan keseluruhan.

Pulau-pulau timur seperti Maluku, Papua dan Sulawesi juga mengalami pertumbuhan yang kuat antara 7,5% dan 8,2%, menurut statistik.

Neraca perdagangan surplus selama 29 bulan berturut-turut, menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia berkelanjutan dan menguat, kata pejabat tersebut.

Kuatnya pertumbuhan di triwulan III didukung oleh kembalinya mobilitas masyarakat dan daya beli yang tangguh berkat berbagai subsidi pemerintah dan bansos, ujarnya.

Sri Mulyani menambahkan dengan segala capaian tersebut, Indonesia yakin status bright spot akan tetap ada pada negaranya, namun kewaspadaan harus tetap ada karena faktor ketidakpastian global yang semakin meningkat.

VNA/CVN

READ  Pengertian Norovirus, mulai dari penularan, gejala hingga halaman pencegahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.