Indonesia: Tsunami “kejutan” dijelaskan oleh sains

TSONAMI SULIT UNTUK DIJELASKAN

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia (BMKG) mengeluarkan peringatan tsunami, namun dengan cepat dicabut berdasarkan data yang tersedia saat itu. Gelombang raksasa kemudian menyapu pantai, terbukti dari video yang dengan cepat beredar di jejaring sosial. Menurut BNPBtsunami dimulai sebelum peringatan dicabut, tetapi Waktu New York melaporkan bahwa telekomunikasi terputus dengan gempa, yang mencegah pihak berwenang mengeluarkan peringatan yang benar.

Karena alasan inilah ombak besar mengejutkan banyak penduduk setempat. Pada sebuah videoDiduga difilmkan dari lantai atas parkir mobil udara melingkar mal Palu Grand Mall, ombak dapat terlihat dengan cepat turun beberapa meter, kemudian kerumunan mulai berlari untuk melindungi diri dari dinding air, sebelum video itu memotong.

Tsunami biasanya disebabkan oleh gerakan tiba-tiba yang disebabkan oleh gempa bawah laut yang besar di tepi lempeng tektonik. Di Indonesia, gempa bumi tidak jarang terjadi: kepulauan ini terletak di Cincin Api, rantai lempeng tektonik berbentuk tapal kuda yang mengelilingi cekungan Pasifik dan tempat terjadinya gempa bumi. 90% gempa bumi di dunia.

Namun, untuk gempa yang dimaksud ini, hujannya tidak terduga.

Gempa berkekuatan 7,5 magnitudo itu tampaknya merupakan akibat dari kesalahan hit-slip : itu terjadi ketika dua blok kerak bumi bergesekan satu sama lain, sebagian besar secara horizontal. Sebagian besar waktu, tsunami terjadi karena gerakan vertikal di kerak bumi, yang mempengaruhi air di atasnya dan dapat menciptakan gelombang besar yang menabrak pantai.

“Itu benar-benar kejutan,” katanya. Baptiste Gombert, seorang ahli geofisika di Universitas Oxford, yang menggarisbawahi kompleksitas besar geologi Indonesia. Wilayah ini dilalui oleh jaringan garis perpindahan yang berbeda, sehingga sulit untuk menjelaskan peristiwa tersebut. Hasil awal, bagaimanapun, menunjukkan beberapa kemungkinan.

READ  Teori Konspirasi Menggoda NASA untuk Menangkap Video Clam

Menurut Baptiste Gombert, tsunami bisa saja disebabkan oleh gerakan vertikal sepanjang pergeseran tersebut, meski menurutnya hal itu tidak bisa menjelaskan secara lengkap ukuran gelombang yang mencapai sekitar 5 meter. “Bahkan jika ada perpindahan vertikal kecil, itu adalah tsunami besar,” jelas ahli geofisika. Gelombang tersebut kemungkinan disebabkan oleh tanah longsor di bawah laut atau pantai. Yang terakhir ini juga mengganggu perairan teluk.

Ada juga kemungkinan bahwa patahan memotong lereng bawah air: gerakan horizontal kemudian akan menggeser lereng bawah air dan menciptakan gelombang destruktif. “Anda bisa membandingkan teluk Palu dengan pemandian”, jelas melalui email Andreas Schfer, rekan postdoctoral di Institut Teknologi Karlsruhe, Jerman. “Ketika Anda memindahkan setengahnya, gerakan horizontal dasar laut juga mengirim air lebih jauh dan ketika kembali, itu seperti gelombang tsunami.” Hipotesis ini didukung oleh pengamatan baru yang menunjukkan bahwa bumi di kota Palu dan daerah teluk telah tergusur, dan Andreas Schäfer telah membuat model awal bencana untuk menunjukkan efek ini.

Berdasarkan Janine Krippner, seorang ahli vulkanologi di Concord University, mengatakan batas-batas teluk mungkin juga berperan dalam tsunami. “Ini dapat meningkatkan ketinggian gelombang karena air ditarik ke area yang lebih kecil,” cuitnya. Menurut perkiraan baru, di kota Palu, gempa itu hampir 8 meter, Baptiste Gombert menggarisbawahi. Ini berarti bahwa beberapa gelombang mungkin telah terbentuk di teluk, “sehingga mereka lebih dekat ke kota dan terjebak di teluk yang sempit”, ahli geofisika menjelaskan.

Semua ilmuwan setuju bahwa peristiwa Jumat masih diselimuti banyak ketidakpastian.

Pihak berwenang Indonesia meminta warga untuk mengingat bahaya yang masih ada. “Kami mengimbau warga untuk tetap waspada,” kata Sutopo Purwo Nugroho, juru bicara badan penanggulangan bencana. seperti yang dikatakan AP. “Berlindung di rumah atau gedung bukanlah ide yang baik, karena gempa susulan bisa berbahaya. Kami mendorong penduduk untuk berkumpul di daerah yang aman, untuk menghindari lereng bukit. »

READ  Peneliti Meningkatkan Perbandingan Perburuan Alien Terkenal untuk Memprediksi Distribusi COVID-19

BNPB, melalui akun Facebook resminya, telah meminta siapa pun yang memiliki koneksi internet untuk membantu mereka melaporkan kerusakan di kota Palu dan Donggala berkat OpenStreetMap, sebuah proyek kolaboratif yang tersedia secara online.

Artikel ini awalnya muncul dalam bahasa Inggris di situs nationalgeographic.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.