Indonesia: Peringatan Udara Pasca Letusan Sinabung Lagi

Gunung berapi Gunung Sinabung di Indonesia kembali meletus pada Kamis, dengan rentetan ledakan yang menimbulkan abu dari abu setinggi dua kilometer, menimbulkan peringatan udara dan ketakutan akan aliran lahar.

Ini adalah letusan kedelapan dalam waktu kurang dari seminggu dari gunung berapi di pulau Sumatera ini, tetapi tidak ada korban jiwa atau kerusakan besar yang dilaporkan. Letusan gunung berapi terakhir yang fatal terjadi pada tahun 2016.

Pihak berwenang telah mengeluarkan peringatan untuk pesawat yang beredar di dekat gunung berapi. “Kemungkinan ada letusan lain dan maskapai penerbangan diminta bersiap,” kata Raditya Jati, juru bicara badan yang bertanggung jawab atas bencana alam.

Kondisi alarm untuk kawah dipertahankan pada level tertinggi kedua. Pihak berwenang telah membatasi zona terlarang sepanjang lima kilometer di sekitar gunung berapi, yang telah meletus sejak Senin, dan memperingatkan risiko aliran lava.

“Warga disarankan untuk memakai masker saat meninggalkan rumah untuk melindungi diri dari dampak abu vulkanik bagi kesehatan,” kata juru bicara itu.

Gunung berapi tersebut bangun pada tahun 2010 setelah 400 tahun tertidur. Setelah masa tenang, letusan baru terjadi pada tahun 2013 dan dia sangat aktif sejak saat itu. Enam belas orang tewas pada 2014 dan tujuh pada 2016.

Pada tahun 2018, lebih dari 400 orang tewas saat tsunami akibat letusan gunung berapi tiba-tiba menyapu pantai selatan Sumatera dan ujung barat Pulau Jawa.

Indonesia, sebuah negara kepulauan dengan 17.000 pulau dan pulau kecil yang dibentuk oleh penggabungan tiga lempeng tektonik besar (Indo-Pasifik, Australia, Eurasia), terletak di Samudera Pasifik, sebuah wilayah dengan aktivitas seismik dan vulkanik yang tinggi. letusan dengan sekitar 130 gunung berapi aktif.

READ  'Hidup terus berjalan' tidak mendapatkan perlakuan radio yang sama dengan 'dinamit'

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *