Indonesia Panggil Dubes Inggris Soal Bendera LGBT

Indonesia memanggil Duta Besar Inggris Owen Jenkins pada Senin (23 Mei) sebagai tanggapan atas bendera pelangi LGBT yang dikibarkan oleh kedutaan untuk mengingatkannya “nilai budaya dan agama” negara di mana hubungan sesama jenis tetap tabu.

Kedutaan Inggris pekan lalu memposting foto di akun Instagram-nya tentang bendera pelangi yang dikibarkan di sebelah bendera nasional di wilayahnya, pada kesempatan Hari Internasional Melawan Homofobia, dengan pesan untuk mendukung komunitas hak-hak LGBT.

“Tindakan ini, serta publikasi (foto) di akun resmi KBRI di jejaring sosial sangat tidak sopan”, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan kepada AFP, Senin.

“Kementerian ingin mengingatkan para duta besar asing untuk menghormati kepekaan nilai-nilai budaya dan agama,” dia menambahkan.

Hubungan seksual sesama jenis tidak ilegal di negara Muslim terbesar di dunia, kecuali di provinsi barat Aceh, tetapi diskriminasi terhadap komunitas gay tersebar luas. Orang-orang LGBT terkadang ditangkap di bawah undang-undang pornografi.

Pengibaran bendera pelangi oleh kedutaan Inggris telah memicu protes dari pengguna internet dan otoritas konservatif di kepulauan Asia Tenggara.

Ketua organisasi Islam terpenting di negara itu, Majelis Ulama Indonesia, mengatakan kedutaan telah gagal menunjukkan rasa hormat kepada negara tuan rumah.

“Kita harus menegur mereka, sebagai tamu kamu harus tahu tempatmu dan mengerti standar negara tempat kamu berada”, Cholil Nafis berkomentar di akun Twitter-nya pada hari Sabtu, diikuti oleh sekitar 68.000 orang.

Komunitas LGBT telah mendapat tekanan yang meningkat di negara ini selama beberapa tahun terakhir.

Anggota parlemen konservatif telah mencoba untuk melarang hubungan sesama jenis.

Banyak orang LGBT dipaksa untuk menjalani “pertobatan”, yang terkadang melibatkan eksorsisme.

READ  Prancis bantu Indonesia bangun pelabuhan yang lebih hijau green

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.