Indonesia merayakan emas ganda campuran di bulu tangkis

Petenis Indonesia Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, pembela juara bertahan China di semifinal bulu tangkis, memenangi gelar Olimpiade pada Rabu, mengalahkan petenis Malaysia Chan Peng Soon dan Goh Liu Ying 2-0 di final.

Ahmad (29) dan Natsir (30), didorong oleh kontingen kuat pendukung nasional, mengalahkan Chan dan Goh 21-14 dan 21-12 dengan buruk.

Medali perunggu jatuh ke tangan Zhang Nan dan Zhao Yunlei, yang dimahkotai di London pada 2012 dan sebagai favorit besar menurut suksesi mereka sendiri di Rio, tetapi dilepaskan oleh juara masa depan di semifinal. Mereka mengalahkan rekan senegaranya Xu Chen dan Ma Jin 21-7, 21-11, untuk perak di London.

Getty Images

Ini adalah medali emas Olimpiade pertama yang diraih oleh Ahmad dan Natsir, peraih medali perak di Olimpiade 2008 di Beijing. Dengan begitu mudahnya memenangkan final ini, Ahmad dan Natsir membuat para penggemarnya kesal di tribun paviliun Riocentro 4. “Para fans sangat fantastis. Tanggal 17 Agustus ini juga merupakan Hari Kemerdekaan Indonesia, jadi ini hadiah kita untuk negara kita! Ucap Tontowi Ahmad yang ceria sembari bermain dengan medali emas tergantung di lehernya.

Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir memiliki no. Dunia. Juara 1 dan pemegang gelar Tiongkok Zhang Nan dan Zhao Yunlei secara brutal tersingkir di semifinal dan mereka mengambil bentuk brilian mereka untuk mengirim saingan Malaysia mereka ke final. Kemenangan mereka tidak perlu diragukan lagi karena mereka mendominasi kedua set dengan mudah karena penampilan tembakan tinggi tetapi juga karena kesalahan bawah sadar dari duo Chan Peng Soon dan Goh Liu Ying.

Getty Images

READ  Kantor Berita Emirates - UEA, Indonesia membahas penguatan hubungan parlemen

Tontowi Ahmad berlutut dan menendang tanah ke titik pertandingan, sebelum bergegas ke tribun tempat para pendukungnya akan menerima sorakan mereka. Kekalahan ini sangat memilukan bagi penggemar bulu tangkis Malaysia yang belum bisa merayakan gelar Olimpiade. Chan dan Goh meraih medali perak kali ini.

Bulu tangkis adalah peraih medali terbesar Indonesia sebelum angkat besi, namun nusantara belum pernah meraih medali emas di London empat tahun lalu. Liliyana Natsir juga menjelaskan, kemenangan ini menghapus kekecewaan di Asian Games 2012. “Saya lega, bangga dan senang. Inilah balas dendam London, karena Indonesia selalu meraih medali emas di cabang bulu tangkis, tapi ternyata tidak demikian. ”

Getty Images

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *