Indonesia mengeluarkan visa kedatangan Bali untuk pengunjung dari 23 negara

Departemen Umum Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia telah menginformasikan bahwa layanan penerbitan visa on arrival (VOA) telah dimulai kembali pada 7 Maret di Bali untuk 23 negara turis.

>> Indonesia akan mengadakan pameran transformasi digital di sela-sela KTT G20
>> Indonesia membebaskan bea masuk untuk komponen elektronik kendaraan
>> COVID-19: Indonesia berencana untuk memvaksinasi seluruh populasi sasaran bulan ini




Pengunjung situs Tanah Lot di Bali, Indonesia. Foto: Xinhua / VNA / CVN

Daftar negara ini termasuk Australia, Amerika Serikat, Belanda, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Prancis, Qatar, Selandia Baru, Turki, Uni Emirat Arab (UEA) dan sembilan negara Asosiasi Asia Tenggara (ASEAN), termasuk Vietnam.

Kebijakan di atas hanya berlaku bagi wisatawan yang masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali. Begitu memasuki pulau wisata ini, pengunjung bisa berwisata ke seluruh provinsi di Indonesia.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada 6 Maret, juru bicara Kementerian Imigrasi Achmad Nur Saleh mengatakan untuk mendapatkan VOA, pengunjung harus memenuhi serangkaian persyaratan, seperti paspor dengan masa berlaku minimal enam bulan. , pembelian tiket sekali jalan dan pulang pergi. , atau penerbangan lanjutan ke negara lain dan penyerahan sertifikat medis yang diperlukan oleh Gugus Tugas melawan COVID-19.

Menurut Peraturan Pemerintah Indonesia no. 28/2019, biaya yang dikenakan ke VOA adalah 35 USD. Jenis visa ini berlaku untuk masa tinggal maksimal 30 hari dan hanya dapat diperpanjang satu kali.



VNA / CVN

READ  Indonesia Pesan 42 Undian dari Perancis - Ekonomi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.