Indonesia menetapkan target 4,5% hingga 5,5% pada 2021

Pada 15 Juni, Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia mengadopsi draf rencana pemulihan dan pembangunan ekonomi pada tahun 2021 yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dari 4,5% menjadi 5,5%.

>> Impor Indonesia turun tajam pada bulan April dan Mei
>> Ekonomi Indonesia akan menyusut 3,9%

Di sebuah jalan di Jakarta.

Foto: AFP / VNA / CVN

Dengan asumsi makroekonomi, Indonesia mengusulkan defisit anggaran antara 3,21% dan 4,17% dari produk domestik bruto (PDB).

Negara tersebut memperkirakan bahwa nilai tukar rupee terhadap dolar AS tahun depan akan berfluktuasi antara 14.900 dan 15.300 rupee terhadap dolar AS dan bahwa imbal hasil obligasi standar 10 tahun akan berkisar antara 6,67% hingga 9,56%. .

Ia memperkirakan inflasi akan bergerak antara 2% dan 4%. Produksi minyak mentah pada tahun 2021 diperkirakan mencapai 677.000 -737.000 barel per hari, sedangkan gas bumi diperkirakan antara 1,08 juta hingga 1,17 juta barel setara minyak per hari.

Beberapa ahli berpendapat bahwa pemerintah Indonesia harus fokus pada pengendalian hutang pemerintah daripada menetapkan tujuan pembangunan ekonomi yang ambisius.

Pada 30 April, utang pemerintah negara itu mencapai 5.172.480 miliar rupee (366.67 miliar USD), dengan rasio utang yang setara dengan 31,78% PDB.

VNA / CVN

READ  Tempat pembuatan bir Belanda menggunakan bubuk besi selama proses pembuatannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *