INDONESIA – EKONOMI: Rumput laut, eldorado baru nusantara

Kementerian Kelautan dan Perikanan RI menyiapkan empat kawasan industrialisasi rumput laut untuk memanfaatkan potensi komoditas berbasis rumput laut.

Menurut Hartanto, empat daerah yang akan dikembangkan untuk industrialisasi rumput laut adalah Nunukan, Kalimantan Utara; Wakatobi, Sulawesi Tenggara; Sumba Timur dan Rote, Nusa Tenggara Timur; dan Tual, Maluku.

Hartanto menyoroti besarnya potensi dan peluang pengembangan perdagangan rumput laut di Indonesia, mengingat Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar kedua di dunia setelah China, dengan produksi mencapai sembilan juta ton pada tahun 2021.

Namun, hanya 102 hektar atau 0,8% yang telah dieksploitasi dari 12,3 juta hektar lahan rumput laut yang teridentifikasi.

Ia mengatakan, teknologi yang digunakan untuk membudidayakan alga cukup sederhana. Selain itu, rumput laut bisa dipanen hanya dalam waktu 35-40 hari.

Selain itu, budidaya rumput laut mampu menciptakan lapangan kerja dan dinilai strategis karena dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kapasitas penyerapan karbon rumput laut mencapai 173 ton per hektar berkat fotosintesis.

Lebih lanjut, dia mengklaim dengan mendukung kawasan khusus untuk industrialisasi rumput laut, pemerintah telah membangun beberapa desa budidaya rumput laut, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri No. 16 tahun 2022.

Terima kasih kepada Jean-Michel Gallet

READ  Hard rocker Indonesia, kepala kaku, keajaiban piano ... Ide kami untuk konser dan festival

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.