Indonesia: Demam babi membunuh lebih dari 27.000 babi

Sebuah episode demam babi telah membunuh lebih dari 27.000 babi di Indonesia dan mengancam ribuan lainnya, otoritas kesehatan hewan telah belajar.

Selama tiga bulan, ribuan babi telah mati di provinsi Sumatera Utara dan angka kematiannya meningkat, menurut pihak berwenang.

“Setiap hari antara 1.000 hingga 2.000 babi mati. Itu jumlah yang signifikan,” katanya, Jumat. Agustia, yang hanya memiliki satu nama seperti kebanyakan orang Indonesia, adalah kepala layanan kesehatan hewan di Medan, ibu kota provinsi.

Namun, dia mengatakan jumlah korban saat ini hanya mewakili sebagian kecil dari 1,2 juta babi yang dipelihara di provinsi tersebut, bagian dari negara berpenduduk mayoritas Muslim ini di mana banyak orang Kristen hidup dengan menu babi.

Bulan lalu, bangkai lebih dari seribu babi korban swine fever ditemukan dari saluran air provinsi di mana mereka ditinggalkan dan kemudian dikubur. Polisi sedang mencari mereka yang meninggalkan bangkai di alam liar.

Tes awal telah menunjukkan bahwa hewan terinfeksi demam babi klasik, tetapi penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan infeksi demam babi Afrika. Tak satu pun dari penyakit tersebut menimbulkan risiko bagi manusia, kata para ahli.

Pada tahun 2017, episode demam babi melanda provinsi Nusa Tenggara Timur di Indonesia, menewaskan lebih dari 10.000 babi dan menyebabkan kerugian finansial yang besar bagi peternak lokal.

READ  Pengendalian emisi jalan raya untuk meningkatkan kualitas udara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.