Indonesia bisa membentuk konsorsium untuk ambil saham Shell di proyek gas Masela

Bahlil Lahadalia mengatakan kepada parlemen bahwa Shell ingin menarik diri dari proyek senilai $20 miliar sehingga konsorsium yang terdiri dari perusahaan energi milik negara Pertamina, dana kekayaan negara Indonesia Investment Authority (INA) dan perusahaan lain dapat mengambil alih.

“Presiden telah memerintahkan saya dan menteri BUMN untuk memprioritaskan proyek gas Masela,” katanya kepada anggota parlemen.

Perusahaan energi Jepang Inpex corp menguasai 65% dari proyek, juga dikenal sebagai proyek LNG Abadi, dan berharap untuk melakukan investasi akhir di Masela pada paruh kedua dekade ini.

Bahlil juga mengatakan presiden yakin kota Saumlaki di Kepulauan Tanimbar adalah tempat yang tepat untuk proyek karena infrastruktur dasar tersedia.

Pertamina akan menjajaki segala kemungkinan untuk meningkatkan produksi, termasuk pengembangan proyek Masela, kata Arya Dwi Paramita, juru bicara unit hulu Pertamina Hulu Energi.

Seorang juru bicara Shell mengatakan perusahaan tidak dapat mengomentari aktivitas portofolio proyek saat ini.

Inpex dan INA tidak segera menanggapi permintaan komentar.

READ  longboarding di Jawa, Fokus di tempat Batu Karas, di selatan pulau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.