Indonesia: 14 meninggal akibat letusan gunung Semeru

Gunung berapi Indonesia ini, yang terletak di timur pulau Jawa, meletus pada Sabtu sore, menewaskan 14 orang dan melukai puluhan lainnya, menurut laporan awal. Di daerah yang tertutup lapisan abu tebal, layanan darurat masih mencari kemungkinan korban selamat.

Setelah letusan spektakuler Semeru yang terjadi kemarin sore, menyebabkan kepanikan di desa-desa sekitarnya, pada 5 Desember membuka jalan untuk tontonan kehancuran di mana semuanya menjadi abu-abu gelap. Di kawasan sekitar kawah, lapisan abu-abu menutupi setidaknya 11 desa di Kabupaten Lumajang, mengubur beberapa rumah dan kendaraan hampir seluruhnya. Sekitar 1.300 orang dievakuasi dan menemukan tempat berlindung di sekolah, balai kota dan masjid.

“Jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 14 orang,” kata juru bicara Badan Penanggulangan Bencana Abdul Muhari kepada AFP pada Minggu malam dalam konferensi pers yang disiarkan televisi. Selusin orang yang terperangkap letusan juga berhasil dievakuasi dari tambang tempat mereka terjebak, tambahnya. Menurut badan tersebut, jumlah korban letusan ini menyebabkan total 56 orang terluka, termasuk 41 orang dengan luka bakar.

“Kami tidak tahu kalau itu lumpur panas,” kata Bunadi, warga Kampung Renteng. “Tiba-tiba langit menjadi gelap dan hujan serta asap datang,” tambahnya. Proyeksi abu gunung berapi mengejutkan warga pada hari Sabtu. Sebagian besar korban luka bakar memandang longsor yang membawa abu dan puing-puing sebagai banjir biasa. Menurut juru bicara kepolisian Lumajang Adi Hendro, mereka memilih untuk tinggal di desa mereka dan meremehkan risikonya. Salim, warga Kampung Renteng lainnya, mengatakan, “10 orang hanyut terbawa longsor”.

SITUASI RUMIT untuk layanan darurat

Menghadapi skala bencana, Presiden Indonesia Joko Widodo memerintahkan layanan darurat untuk melakukan segala kemungkinan untuk membantu para korban, kata Pratikno, menteri luar negeri kepresidenan.

Karena awan abu yang terbakar, evakuasi dihentikan sementara pada 5 Desember, lapor Metro TV Indonesia, menyoroti masalah yang dihadapi penyelamat. Selain itu, rusaknya jembatan di Lumajang akibat erupsi menghambat pengiriman dan pengiriman bantuan darurat. Terakhir, ahli vulkanologi Indonesia Surono memperingatkan bahwa abu yang dikeluarkan oleh gunung berapi, dikombinasikan dengan puing-puing yang disebabkan oleh fenomena letusan Semeru, bepergian dengan curah hujan yang tinggi, untuk menghasilkan aliran lumpur panas yang berbahaya. Skenario ini mungkin terbukti benar karena dinas meteorologi telah mengindikasikan bahwa hujan sangat lebat diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, yang selanjutnya dapat memperumit operasi pencarian dan penyelamatan.

“Setidaknya tujuh orang masih hilang, dua di antaranya diyakini masih hidup,” kata juru bicara kepolisian Lumajang Adi Hendro kepada AFP. “Ada tanda-tanda kehidupan, seperti lampu, yang mungkin berasal dari ponsel mereka. Tapi kami tidak bisa ke sana, karena tanahnya masih sangat panas. Kami juga ingin menjamin keselamatan tim kami,” imbuhnya.

Warga diimbau pihak berwenang untuk tidak mendekat dalam jarak 5 km dari kawah, karena di daerah ini udara yang dipenuhi debu abu berbahaya untuk dihirup bagi orang-orang yang paling rapuh. Terlepas dari risiko yang ada, penduduk desa dari berbagai tempat berusaha menyelamatkan beberapa barang dari rumah mereka yang hancur, dengan membawa kasur dan perabotan serta kambing yang selamat dari bencana.

Bantuan makanan, masker, dan kantong mayat dikirim ke tempat kejadian oleh layanan darurat.

Letusan besar terakhir Semeru terjadi pada Desember 2020 dan menyebabkan ribuan orang mengungsi dan seluruh desa terkubur. Sejak episode ini, tingkat peringatan gunung berapi telah dipertahankan pada level tertinggi kedua oleh pihak berwenang. Indonesia terletak di Cincin Api Pasifik di mana pertemuan lempeng benua menyebabkan aktivitas seismik yang intens. Negara ini memiliki hampir 130 gunung berapi aktif di wilayahnya.

READ  Perjalanan waktu tidak seberbahaya yang kita pikirkan, kata studi - BGR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.